Pererat Silaturahmi, Kerukunan Keluarga Daeng Lele Gelar Halal Bihalal di Gowa

AKSESPUBLIK.COM, GOWA – Momentum Idul Fitri 1447 H menjadi ajang memperkuat ikatan persaudaraan bagi Kerukunan Keluarga Daeng Lele (KKDL). Rumpun keluarga besar ini menggelar acara Halal Bihalal dua tahunan yang berlangsung khidmat di kediaman keluarga Rumpun Tjomang Daeng Bella, Cambajawayya, Kelurahan Bontonompo, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, Minggu (22/3/2026).

​Dengan mengangkat tema “Satu Akar Tumbuh Bersama, Menjalin Silaturahmi, Merajut yang Renggang, Mempererat yang Dekat”, acara ini dihadiri oleh ratusan anggota keluarga yang datang dari berbagai daerah.

Mengenal Akar, Menjaga Persaudaraan

​Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Hamsinah dengan saritilawah oleh Adinda Mar’atul Arfiah. Suasana kekeluargaan sangat terasa saat Ketua Panitia, M. Yunus, memberikan sambutannya. Ia mengaku terharu melihat antusiasme rumpun keluarga yang hadir.

​”Darah kita tidak bisa dipisahkan. Melalui kegiatan dua tahunan ini, kita ingin memastikan semua anggota keluarga saling mengenal satu sama lain dan saling mendoakan,” ujar M. Yunus.

​Untuk menambah kemeriahan, panitia juga menyiapkan berbagai doorprize menarik bagi anggota keluarga yang beruntung sebagai bentuk apresiasi atas kehadiran mereka.

Sejarah Terbentuknya KKDL

​Pembina KKDL, H. Laharang Tunru, dalam sambutannya menceritakan kilas balik terbentuknya perkumpulan ini delapan tahun silam. Ia mengungkapkan bahwa KKDL dibentuk berawal dari keprihatinan saat menemukan sesama anggota keluarga yang bekerja di kantor yang sama namun tidak saling mengenali.

​”Itulah alasan utama mengapa pertemuan ini dibuat. Saya melihat tahun ini perkembangan keluarga luar biasa, semakin banyak cucu dan cicit yang hadir. Semoga kedepannya semangat ini terus meningkat,” ungkap H. Laharang sembari memaparkan sekelumit sejarah silsilah keluarga Daeng Lele.

Pesan Spiritual Halal Bihalal

​Sebagai inti dari acara, Ustadz Muhammad Jamil Hidayat, S.Pdi dalam tausiahnya menekankan bahwa Halal Bihalal adalah momentum untuk saling memaafkan atas kekhilafan masa lalu. Ia menjelaskan bahwa silaturahmi adalah hubungan kasih sayang yang harus diwujudkan dengan tangan yang bersalaman, bibir yang tersenyum, dan hati yang tulus.

​“Dengan menjaga silaturahmi, kita mengubah benci menjadi senang dan sombong menjadi rendah hati. Keluarga yang baik adalah keluarga yang paham agama. Semoga setelah Ramadan ini, iman, ilmu, dan persaudaraan kita semakin bertambah,” tuturnya.

​Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antar seluruh rumpun keluarga yang hadir, mempertegas komitmen untuk terus menjaga warisan leluhur dalam bingkai kekeluargaan yang erat.(*)

Comment