AKSESPUBLIK.COM, TORAJA UTARA —Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 114 Universitas Hasanuddin (Unhas) berkolaborasi dengan masyarakat Lembang Basokan, Kecamatan Nanggala, Toraja Utara, untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal. Dua program inovatif, yakni pembuatan dodol kopi dan briket sekam padi, diimplementasikan untuk meningkatkan daya tarik pariwisata sekaligus mengatasi masalah lingkungan.
Program utama yang diperkenalkan adalah pengolahan biji kopi khas Toraja menjadi dodol kopi dengan nama “Dolkbas”. Inisiatif ini tidak hanya menciptakan produk kuliner unik yang menarik bagi wisatawan, tetapi juga membuka peluang baru bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat untuk pemasaran digital.
“Dodol kopi ini menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan pada penjualan biji kopi mentah dan meningkatkan pendapatan warga,” jelas Masali, Koordinator KKN.
Selain itu, para mahasiswa juga memperkenalkan cara pembuatan briket dari limbah sekam padi. Briket ini berfungsi sebagai sumber energi alternatif yang murah dan ramah lingkungan, menggantikan pembakaran sekam tradisional yang menyebabkan polusi. Warga diberikan edukasi mengenai manfaat briket untuk kebutuhan sehari-hari.
“Satu karung sekam bisa menghasilkan briket untuk kebutuhan masak 3 hari. Ini solusi murah dan ramah lingkungan,” ujar Masali.
Kolaborasi ini telah menunjukkan dampak positif, termasuk meningkatnya partisipasi pemuda dalam mengelola produk lokal dan berkurangnya pembakaran limbah pertanian secara terbuka.
Dukungan penuh dari Pemerintah Desa dan kelompok tani diharapkan dapat menjamin keberlanjutan program ini setelah kegiatan KKN selesai.(rls)
Comment