AKSESPUBLIK.COM, JAKARTA — Kabupaten Takalar bersiap melakukan lompatan besar di sektor pariwisata. Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, melakukan audiensi strategis dengan Kementerian Pariwisata RI di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).
Langkah ini merupakan upaya “jemput bola” untuk menyulap potensi pesisir dan kekayaan budaya Takalar menjadi magnet wisatawan nasional maupun mancanegara melalui visi besar “Takalar Unggul”.
Diterima langsung oleh jajaran Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata, Daeng Manye memaparkan konsep pengembangan desa wisata yang mengintegrasikan keindahan alam dengan pemberdayaan ekonomi lokal.
”Takalar memiliki karakteristik unik. Kami tidak hanya menjual pemandangan, tapi juga pengalaman budaya dan sejarah yang kuat. Kami ingin potensi ini dikelola secara profesional agar dampaknya dirasakan langsung di kantong masyarakat desa,” tegas Daeng Manye.
Dalam paparannya, Bupati menekankan bahwa Takalar memiliki 7 destinasi wisata unggulan yang akan menjadi fokus utama, meliputi:
- Wisata Bahari & Pesisir: Memaksimalkan eksotisme garis pantai Takalar yang panjang.
- Wisata Budaya & Sejarah: Menjadikan warisan leluhur sebagai daya tarik wisata edukasi.
- Ekonomi Kreatif: Mendorong produk UMKM lokal desa untuk masuk ke ekosistem pasar pariwisata.
Pihak Kementerian Pariwisata menyambut hangat inisiatif ini dan berkomitmen memberikan dukungan penuh. Bentuk dukungan tersebut mencakup pendampingan teknis, penguatan kapasitas SDM pengelola pariwisata di desa, hingga bantuan promosi berskala nasional.
“Dukungan pusat adalah kunci. Dengan sinergi ini, kami optimistis pariwisata akan menjadi penggerak utama (engine of growth) ekonomi baru di Kabupaten Takalar,” tambah Daeng Manye optimis.
Langkah strategis ini diprediksi akan menempatkan Takalar sebagai salah satu destinasi prioritas baru di Sulawesi Selatan dalam beberapa tahun ke depan, sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri bagi masyarakat desa.(*)
Comment