AKSESPUBLIK.COM, MAROS — Sebagai bentuk komitmen dalam melestarikan alam sejak dini, mahasiswa Konservasi Hutan Universitas Hasanuddin (Unhas) sukses menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Tumbuh Bersama Pohon”. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (5–6 Februari 2026), di SDN 171 Inpres Kaluku, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros.
Aksi lingkungan ini merupakan bagian dari rangkaian Praktik Umum Konservasi (PUK) Volume 3. Fokus utamanya adalah memberikan pemahaman mendalam kepada siswa sekolah dasar mengenai peran vital pohon dalam menjaga keseimbangan ekosistem global.
Pada hari pertama, mahasiswa memberikan sosialisasi interaktif mengenai fungsi ekologis pohon, mulai dari penyaring udara, penjaga kualitas air, hingga perannya sebagai benteng alami pencegah banjir dan tanah longsor. Edukasi dilakukan secara komunikatif agar anak-anak dapat memahami materi yang cukup kompleks dengan cara yang sederhana.
Puncak acara terjadi pada hari kedua, di mana para mahasiswa mengajak siswa melakukan penanaman langsung bibit pohon di area sekolah. Adapun jenis bibit yang ditanam meliputi pohon Tabebuya, Sirsak, Nangka, dan Jambu.
”Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak anak-anak untuk tidak hanya mengenal pohon secara teori, tetapi juga belajar langsung menanam dan merawatnya sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini,” ujar Alifia Nur Farsya, salah satu mahasiswi Konservasi Hutan Unhas.
Kehadiran mahasiswa disambut antusias oleh pihak sekolah. Kepala SDN 171 Inpres Kaluku, Hj. Mantasia, S.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif tersebut. Menurutnya, program ini memberikan dampak nyata bagi pola pikir para murid.
“Kehadiran mahasiswa di sekolah kami memberikan dampak yang luar biasa, terutama dalam memberikan pelajaran kepada anak-anak didik kami mengenai pentingnya penanaman pohon untuk pelestarian lingkungan,” tutur Hj. Mantasia.
Melalui program PUK Volume 3 ini, mahasiswa Konservasi Hutan Unhas berharap dapat mencetak generasi muda yang memiliki kesadaran ekologis tinggi, sehingga mereka siap menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian alam di masa depan.(*)
Comment