AKSESPUBLIK.COM, PAREPARE — Sebagai upaya memperkuat ekosistem ekonomi lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Daerah Universitas Hasanuddin Gelombang 115 melaksanakan program pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di Kelurahan Sumpang Minangae, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare.
Program yang berlangsung sepanjang Januari 2026 ini membuahkan hasil manis dengan terbitnya sertifikat halal tepat pada saat Seminar Hasil KKN dilaksanakan.
Berbeda dengan sosialisasi biasa, para mahasiswa menerapkan metode door-to-door. Sebanyak empat pelaku UMKM yang menjadi sasaran program mendapatkan pendampingan langsung, mulai dari edukasi prosedur, pengisian dokumen persyaratan, hingga pendaftaran secara daring (online).
Penanggung jawab program, Andi Dinah Audry Rasesha, mengungkapkan bahwa hambatan utama pelaku usaha selama ini adalah minimnya informasi teknis.
“Kami hadir untuk mempermudah proses tersebut. Masih banyak pelaku usaha yang ragu mengurus legalitas karena dianggap rumit. Dengan pendampingan langsung, UMKM lokal kini lebih siap bersaing di pasar yang lebih luas dengan jaminan produk yang terpercaya,” jelas Dinah.
Langkah strategis juga diambil tim KKN-T Unhas dengan berkoordinasi bersama Rumah BUMN Kota Parepare. Sinergi ini memastikan bahwa proses sertifikasi berjalan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.
Tak hanya berhenti pada pendampingan fisik, program ini juga menghasilkan luaran berupa Buku Panduan Pendampingan Sertifikasi Halal. Buku ini diserahkan kepada pihak kelurahan sebagai instrumen hilirisasi agar masyarakat dapat melanjutkan proses serupa secara mandiri di masa depan.
Para pelaku UMKM menyambut antusias program ini. Mereka mengaku terbantu dalam mempercepat proses administrasi yang selama ini sulit mereka jangkau secara mandiri.
Melalui inisiatif ini, mahasiswa KKN-T Unhas berharap Kelurahan Sumpang Minangae dapat menjadi percontohan kelurahan sadar halal di Parepare, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi masyarakat di wilayah Kecamatan Bacukiki Barat.(*)
Comment