Optimalkan Potensi Pertanian, Mahasiswa KKN Hadirkan Peta Kesesuaian Lahan bagi Petani Desa Polewali

AKSESPUBLIK.COM, SIDRAP — Dalam upaya mendorong produktivitas sektor pertanian, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melakukan terobosan dengan meluncurkan program Peta Kesesuaian Lahan. Program ini dirancang khusus untuk membantu petani di Desa Polewali, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap, dalam menentukan jenis komoditas yang paling optimal berdasarkan kondisi geografis wilayah mereka.

​Selama ini, banyak petani di Desa Polewali mengelola lahan berdasarkan kebiasaan turun-temurun tanpa didukung data teknis yang akurat. Kurangnya informasi mengenai korelasi antara jenis tanah, curah hujan, dan tingkat kelerengan seringkali membuat hasil panen tidak maksimal.

​Melihat fenomena tersebut, program ini hadir sebagai solusi konkret. Proses penyusunan peta berlangsung intensif mulai 16 hingga 23 Januari 2026. Hasil analisis tersebut kemudian diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Desa Polewali pada 10 Februari 2026 dalam bentuk peta berbingkai dan buku panduan teknis sebagai langkah hilirisasi program.

​Program ini diinisiasi oleh Ribka Magdalena Silitonga, mahasiswa Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, yang bertindak sebagai fasilitator teknis. Ia menekankan bahwa ketepatan memilih jenis tanaman adalah kunci keberlanjutan ekonomi desa.

​”Banyak petani yang belum mempertimbangkan pentingnya karakteristik lahan sebelum menanam. Dengan peta kesesuaian lahan ini, mereka kini memiliki panduan ilmiah untuk menentukan komoditas apa yang paling cocok dengan kondisi tanah mereka,” ujar Ribka.

​Kehadiran peta ini diharapkan membawa dampak jangka panjang bagi masyarakat Desa Polewali, di antaranya:

  • ​Peningkatan Produktivitas: Meminimalisir risiko gagal panen akibat ketidakcocokan komoditas.
  • ​Ketahanan Pangan: Memperkuat stok pangan lokal melalui perencanaan budidaya yang lebih matang.
  • ​Pertumbuhan Ekonomi: Meningkatkan pendapatan petani melalui hasil tani yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

​“Saya berharap petani Desa Polewali lebih percaya diri dalam merencanakan budidaya mereka. Dengan bantuan peta ini, potensi lahan bisa dimaksimalkan sehingga pertanian di desa ini tidak hanya produktif, tapi juga berkelanjutan,” tambah Ribka.(*)

Comment