Pasar Barombong Digusur Tanpa Solusi, Andi Tenri Uji “Tagih Janji” Pemkot Makassar

AKSESPUBLIK.COM, MAKASSAR — Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di wilayah Barombong memicu reaksi keras dari anggota DPRD Kota Makassar Fraksi PDI Perjuangan, Andi Tenri Uji Idris. Legislator dari Dapil V (Tamalate, Mamajang, Mariso) ini mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk segera merealisasikan janji relokasi dan pembangunan pasar yang representatif.

Desakan ini muncul setelah aksi penggusuran pasar “kaget” di Barombong dilakukan tanpa adanya kepastian lokasi baru bagi para pedagang. Andi Tenri menilai, tindakan sekadar menertibkan tanpa memberikan solusi nyata adalah langkah yang mencederai ekonomi kerakyatan.

Kedaulatan Ekonomi di Perbatasan Terancam
Andi Tenri menekankan bahwa ketiadaan pasar resmi di Barombong bukan hanya masalah tempat berjualan, melainkan soal menjaga perputaran uang tetap berada di Kota Makassar. Sebagai wilayah perbatasan, Barombong memiliki potensi besar di sektor pertanian dan kelautan.

“Kalau dihilangkan pasar kaget dan tidak direlokasi segera, ke mana warga Barombong akan berpasar? Ke Takalar? Ke Gowa? Sangat disayangkan jika roda ekonominya tidak di Makassar,” tegas Andi Tenri melalui pernyataan resminya, Sabtu (4/4/2026).

Menagih Janji dan Aspirasi yang “Hilang”
Dalam unggahan media sosial yang ditujukan langsung kepada Wali Kota Makassar, Andi Tenri mengungkapkan rasa kecewanya. Ia mengaku kerap merasa malu saat bertemu konstituen karena aspirasi pembangunan pasar yang terus diperjuangkan sejak awal masa jabatannya belum membuahkan hasil.

Ia menyebutkan bahwa rencana pembangunan pasar sebenarnya pernah masuk dalam pembahasan dinas terkait, namun kelanjutannya tidak pernah menemui titik terang.

“Dari pertama saya menjadi anggota dewan, setiap turun reses, aspirasi untuk adanya pasar di wilayah tersebut selalu dititipkan. Informasinya pernah masuk di dinas terkait, tapi hilang entah ke mana. Ada rasa malu setiap turun ke Barombong karena belum ada titik terang,” tulisnya dengan nada kecewa.

Selama ini, Andi Tenri mengaku telah berupaya meredam keresahan para pedagang dengan harapan pemkot akan segera menyiapkan tempat yang layak. Namun, melihat aksi penertiban baru-baru ini, ia memutuskan untuk bersuara lantang demi membela nasib para pedagang kecil.

Andi Tenri berharap Pemkot Makassar segera mengambil langkah strategis agar potensi ekonomi Barombong tidak lari ke kabupaten tetangga dan para pedagang bisa kembali mencari nafkah dengan tenang di tempat yang legal dan tertata.(“)

Comment