AKSESPUBLIK.COM, MAROS — PT PLN (Persero) mempertegas komitmennya dalam mendukung percepatan hilirisasi industri tanah air. Langkah nyata ini diwujudkan melalui penyaluran pasokan listrik sebesar 27 Mega Volt Ampere (MVA) untuk mendukung operasional pabrik Smelter Feronikel milik PT Sinar Tjokro Steel (STS) yang berlokasi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Sinergi ini diproyeksikan menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah Sulawesi Selatan, sekaligus memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai pusat industri pengolahan mineral di Indonesia Timur.
Kerja sama strategis ini resmi dikukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) antara PLN dan PT STS. Penandatanganan dilakukan oleh Manager PLN UP3 Makassar Utara, Martinus Irianto Pasensi, bersama Direktur PT STS, Lin Bo.
Momen krusial ini turut disaksikan langsung oleh General Manager PLN UID Sulselrabar, Budiono, dan General Manager PLN UIP3B Sulawesi, Fermi Trafianto. Kehadiran jajaran pimpinan tinggi PLN ini menegaskan betapa krusialnya proyek peleburan baja tersebut bagi ketahanan infrastruktur industri di Sulawesi.
Manajemen PLN UP3 Makassar Utara juga telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi site PT STS untuk memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan di lapangan. Perwakilan PT STS, Sukianto Tjahyadi, memberikan apresiasi tinggi atas responsivitas yang ditunjukkan oleh tim PLN.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN atas dukungan listrik yang disalurkan. Kami berharap dengan pasokan yang andal ini, operasional pabrik baja kami akan terus berkembang. Bahkan, kami berencana untuk menambah pasokan daya di masa depan seiring dengan ekspansi produksi,” ujar Sukianto.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menyatakan bahwa PLN memiliki kapasitas yang mumpuni untuk memenuhi kebutuhan energi besar yang menjadi karakteristik utama industri smelter. Ia menekankan tiga pilar utama yang menjadi jaminan PLN bagi para pelaku industri:
- Keandalan: Menjamin stabilitas pasokan listrik untuk mendukung proses produksi yang berlangsung tanpa henti (24/7).
- Kualitas: Menyuplai energi listrik yang memenuhi standar teknis ketat untuk industri berat.
- Harga Kompetitif: Memberikan efisiensi biaya operasional bagi pelaku usaha dibandingkan penggunaan energi mandiri.
“Kami optimis kerja sama ini akan menciptakan multiplier effect bagi ekonomi lokal, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga tumbuhnya sektor-sektor pendukung di sekitar kawasan industri. Dengan jaminan listrik dari PLN, pelaku industri kini bisa fokus sepenuhnya pada bisnis inti mereka,” pungkas Edyansyah. (*)
Comment