Edukasi Kesehatan Sejak Dini: KKN-T Unhas Ajak Siswa SD di Parepare Tanam Tanaman Obat

AKSESPUBLIK.COM, PAREPARE –- Sebagai upaya menumbuhkan kesadaran kesehatan alami dan pelestarian budaya tradisional, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 menggelar kegiatan edukatif di UPTD SD Negeri 35 Parepare, Jumat (24/1).

Kegiatan bertajuk “Integrasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Lingkungan Sekolah” ini menyasar siswa kelas VI sebagai agen perubahan cilik di Kelurahan Sumpang Minangae, Kecamatan Bacukiki Barat.

Edukasi dimulai dengan sesi materi di dalam kelas yang dikemas secara interaktif. Mahasiswa KKN-T memperkenalkan berbagai jenis tanaman yang sering ditemui di lingkungan sekitar namun memiliki khasiat medis tinggi. Tidak hanya sekadar teori, para siswa diajak berdiskusi aktif mengenai peran TOGA dalam menjaga kesehatan keluarga secara mandiri.

Antusiasme siswa semakin memuncak saat memasuki sesi praktik langsung di luar kelas. Bersama para mahasiswa, para siswa belajar menanam berbagai jenis tanaman obat, mulai dari kumis kucing, meniran, lidah buaya, jahe, hingga kunyit. Mereka terlibat langsung mulai dari menyiapkan media tanam hingga teknik penanaman yang benar.

Penanggung jawab kegiatan, Andi Muhammad Farras Ramadhan, menjelaskan bahwa sekolah merupakan tempat strategis untuk menanamkan kecintaan terhadap tanaman herbal sejak usia dini.

“Kami berharap integrasi TOGA ini menjadi sarana pembelajaran berkelanjutan bagi siswa. Penting bagi mereka untuk mengetahui bahwa lingkungan sekitar adalah sumber kesehatan alami sekaligus bagian dari budaya lokal yang harus dijaga,” ujar Farras.

Hasilnya, para siswa kini tidak hanya mampu mengenali jenis-jenis tanaman obat secara visual, tetapi juga memahami manfaat praktisnya bagi kesehatan tubuh.

Melalui inisiatif ini, KKN-T Unhas Gelombang 115 berharap SDN 35 Parepare dapat menjadi pelopor sekolah hijau yang mampu memanfaatkan lahan sempit untuk apotek hidup, sekaligus membentengi generasi muda dengan pengetahuan warisan leluhur. (*)

Comment