AKSESPUBLIK.COM, MAROS –- Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri peluncuran program strategis “200 Titik Jembatan Gantung Aramco dan Belly” sebagai bagian dari inisiatif Perintis Garuda se-Indonesia.
Program ini diresmikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto melalui jajaran TNI AD untuk mempercepat konektivitas di wilayah terisolir.
Peresmian dilakukan secara virtual oleh Presiden Prabowo dari Hambalang, Bogor, pada Senin (9/3/2026). Sehari setelahnya, Selasa (10/3/2026), Gubernur Andi Sudirman langsung meninjau salah satu titik pembangunan jembatan yang berlokasi di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.
Jembatan yang menghubungkan Desa Bonto Manurung dan Desa Bonto Matinggi ini memiliki bentang sepanjang 70 meter. Kehadirannya diproyeksikan menjadi urat nadi baru bagi warga yang selama ini kesulitan akses transportasi.
Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, yang mendampingi Gubernur, melaporkan bahwa progres pembangunan fisik saat ini telah mencapai 60 persen. Ia optimis pengerjaan akan rampung tepat waktu agar segera bisa digunakan oleh masyarakat.
Dalam keterangannya, Andi Sudirman Sulaiman menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap kolaborasi bersama TNI AD ini.
“Kami sangat mendukung program ini. Pembangunan jembatan gantung perintis sangat krusial untuk meningkatkan aksesibilitas pedesaan, mempercepat mobilitas warga, dan yang paling utama adalah memastikan keamanan akses bagi anak sekolah,” ujar Andi Sudirman.
Dalam sesi dialog virtual di lokasi proyek, Presiden Prabowo Subianto sempat menyapa langsung Gubernur, Pangdam, dan masyarakat Maros. Presiden menekankan bahwa infrastruktur seperti ini adalah bentuk nyata kehadiran negara untuk rakyat.
“Saya titip untuk meneruskan pembangunan ini demi kepentingan masyarakat dan anak-anak kita. Jembatan ini sangat penting untuk menunjang kehidupan sehari-hari,” pesan Presiden Prabowo.
Presiden juga memberikan apresiasi khusus kepada sinergi yang ditunjukkan di Sulawesi Selatan. “Terima kasih kepada Panglima Hasanuddin dan Bapak Gubernur Sulsel. Saya bangga dengan kalian, silakan lanjutkan tugas untuk masyarakat,” pungkasnya.
Program Perintis Garuda ini diharapkan dapat menyasar lebih dari 300 titik jembatan di Sulawesi Selatan ke depannya, guna memastikan tidak ada lagi wilayah yang terputus aksesnya secara fisik maupun ekonomi. (*)
Comment