AKSESPUBLIK.COM, TINGGIMONCONG, GOWA — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Hasanuddin (UNHAS) berinovasi dengan menciptakan plang informasi berbasis barcode (QR Code) di Desa Bonto Lerung, Kecamatan Tinggimoncong.
Inovasi ini dirancang untuk mengatasi minimnya informasi dan promosi digital, serta menjadi langkah awal menuju desa cerdas (Smart Village).
Desa Bonto Lerung memiliki potensi wisata alam yang belum terpublikasi secara luas. Dengan plang barcode ini, masyarakat maupun wisatawan bisa dengan mudah mengakses berbagai informasi penting, seperti website desa, kanal YouTube, hingga peta wisata Google Maps, hanya dengan memindai kode yang terpasang di lokasi-lokasi strategis.
Menurut Andi Muhammad Arif Athallah, salah satu mahasiswa pelaksana program, “inovasi ini bertujuan untuk Mempermudah akses informasi desa, Mendorong digitalisasi desa, Memperkenalkan potensi lokal secara lebih luas melalui media digital”, Ujarnya.
Program ini dilakukan melalui observasi lapangan, perancangan, pemasangan plang, dan sosialisasi kepada warga. Seluruh prosesnya dilaksanakan secara kolaboratif bersama aparat dan masyarakat desa.
“Inovasi ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata pemanfaatan teknologi untuk memberdayakan desa dan mempercepat proses digitalisasi di daerah pedesaan”, tutup Arif Athallah.(rls)
Comment