Mahasiswa KKN-T UNHAS Gagas Briket Arang dari Daun Kering, Solusi Energi Bersih dan Sampah Terkelola

AKSESPUBLIK.COM, DESA BONTO TAPPALANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Teknologi Tepat Guna Gelombang 114 Universitas Hasanuddin memperkenalkan inovasi ramah lingkungan dalam memanfaatkan sampah daun kering menjadi briket arang. Kegiatan
berlangsung di Dusun Talle dan Dusun Benteng Bolla, Desa Bonto Tappalang, Kecamatan
Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Selasa (29/07) Lalu.

Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh banyaknya sampah organik, terutama daun kering, yang
menumpuk di lingkungan desa dan mengundang berbagai masalah lingkungan. “Daun kering
yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan bau, menjadi sarang nyamuk
dan hama, serta mencemari lingkungan jika dibakar langsung,” jelas Inez Hanifah Kamil
sebagai koordinator program. Selain itu, saat musim hujan, daun-daun ini bisa menyumbat
saluran air dan memicu banjir lokal.

Dengan latar belakang tantangan tersebut, mahasiswa KKN-T UNHAS memperkenalkan teknik
sederhana membuat briket arang dari daun kering. Proses dimulai dari pengumpulan dan
pengeringan daun, pembakaran, penggilingan, hingga pencetakan menjadi briket padat yang
mudah dibakar. “Metode ini tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga memberi
alternatif bahan bakar yang lebih murah dan ramah lingkungan,” tambahnya.

Briket arang ini memiliki nilai kalor tinggi dan cocok digunakan untuk kebutuhan rumah tangga
seperti memasak, maupun untuk industri kecil di sekitar desa. Dalam sosialisasi langsung disalah satu rumah warga, mahasiswa tidak hanya menjelaskan teori, tetapi juga mengajak warga melakukan demonstrasi pembuatan briket secara langsung.

Warga menyambut baik inovasi tersebut. Beberapa warga yang mengikuti sosialisasi
menyatakan ketertarikannya untuk menerapkan teknologi ini di rumah mereka sendiri, sekaligus melihat peluang usaha baru yang bisa diciptakan.

Kepala Desa A. Abdul Malik, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya, “Program ini sangat dibutuhkan. Selain membersihkan lingkungan, masyarakat juga punya
peluang baru untuk meningkatkan penghasilan.” Ujarnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan Desa Bonto Tappalang dapat bergerak menuju
kemandirian energi lokal serta menciptakan kesadaran kolektif tentang pentingnya pengelolaan
sampah yang kreatif dan bermanfaat.(*/rls)

Comment