AKSESPUBLIK.COM, MAKASSAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menyelenggarakan Lokakarya Diskusi Publik Rencana Kontingensi Bencana Kekeringan Kota Makassar 2025-2028. Kegiatan ini merupakan upaya krusial untuk memperkuat kesiapsiagaan dan perencanaan penanggulangan bencana di daerah, Selasa (21/10/2025).
Dalam forum diskusi tersebut, BPBD Kota Makassar memaparkan secara rinci rancangan dokumen Rencana Kontingensi (Renkon) Kekeringan 2025-2028. Renkon ini dirancang untuk berfungsi sebagai pedoman koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi ancaman bencana kekeringan.
Hal ini menjadi sangat penting, terutama di tengah dinamika perubahan iklim yang semakin kompleks dan meningkatkan frekuensi serta intensitas kekeringan. Renkon ini akan menjadi acuan resmi bagi seluruh instansi terkait dalam:
- Mitigasi: Upaya pencegahan dan pengurangan risiko.
- Penanganan Darurat: Prosedur tanggap cepat saat bencana kekeringan terjadi di wilayah Kota Makassar.
Forum diskusi publik ini dimanfaatkan BPBD untuk menghimpun berbagai masukan dan saran konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk akademisi, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, dan instansi terkait.
Masukan-masukan tersebut bertujuan untuk menyempurnakan dokumen Renkon agar dapat menjadi acuan yang lebih efektif, realistis, dan implementatif di lapangan.
BPBD Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dan kapasitas daerah dalam menghadapi ancaman.
“Tujuan kita adalah membangun Makassar yang tangguh, adaptif, dan siap siaga terhadap bencana,” demikian pernyataan dari BPBD Kota Makassar.(*)
Comment