AKSESPUBLIK.COM, MAKASSAR — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengapresiasi kinerja Serikat Pekerja (SP) BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi–Maluku sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) untuk terus memperluas perlindungan sosial bagi pekerja rentan.
Komitmen ini disampaikan Aliyah Mustika Ilham saat menghadiri Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Dewan Pimpinan Wilayah Serikat Pekerja BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi–Maluku (DPW SP BPJS-TK Sulama) di Hotel MaxOne Makassar, Rabu (22/10/2025).
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Makassar ini menekankan bahwa Rakerwil yang mengusung tema “Bersatu Menjadi Kekuatan, Bergerak Membawa Perubahan” adalah momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pekerja, pemberi kerja, dan pemerintah.
Ia menyoroti program prioritas Pemkot, Makassar Berjasa (Makassar Berbagi Jaminan Sosial), yang telah memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 81.466 pekerja rentan, termasuk penyandang disabilitas.
”Program ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Kota Makassar hadir untuk melindungi masyarakat pekerja. Kami ingin memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam perlindungan sosial,” tegas Aliyah Mustika Ilham.
Lebih lanjut, Ketua FKPPI Sulsel ini mengungkapkan rencana Pemkot Makassar untuk memperluas cakupan perlindungan dengan meluncurkan program Jaminan Hari Tua (JHT) bagi kader posyandu di tahun mendatang.
”Alhamdulillah, upaya ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat. Makassar kini masuk dalam kategori kota dengan tingkat kemiskinan terendah di Sulawesi Selatan. Kami ingin mempertahankan dan meningkatkan capaian ini,” tambahnya.
Ia juga berharap Makassar dapat meraih Paritrana Award, penghargaan nasional atas komitmen pemerintah daerah dalam memberikan jaminan sosial bagi pekerja.
Sebelumnya, Ketua DPW SP BPJS-TK Sulawesi–Maluku, Mulyarahmat Abubakar, menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Makassar atas dukungan konstruktif terhadap pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan di Makassar.
”Pemerintah Kota di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota telah memberikan perlindungan kepada 81 ribu lebih pekerja rentan. Ini langkah konkret yang patut menjadi contoh,” ungkap Mulyarahmat.
Mulyarahmat juga melaporkan bahwa Serikat Pekerja BPJS Ketenagakerjaan kini telah berusia 26 tahun, menunjukkan kematangan organisasi. Wilayah Sulawesi–Maluku sendiri mencakup 8 provinsi, 10 kepengurusan kantor cabang, dan memiliki 13.388 anggota aktif.
”Angka tersebut mencerminkan tanggung jawab besar kami dalam mengawal berbagai persoalan ketenagakerjaan di wilayah ini,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Aliyah Mustika Ilham menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Mari kita jadikan Rakerwil ini sebagai wadah refleksi dan penyusunan langkah-langkah strategis demi meningkatkan kesejahteraan pekerja. Karena hanya dengan bersatu dan bergerak bersama, perubahan yang kita cita-citakan dapat terwujud,” tutupnya.
Rakerwil ini berlangsung mulai 22 hingga 24 Oktober 2025 dan dihadiri oleh pimpinan pusat dan daerah BPJS Ketenagakerjaan, serta jajaran pengurus serikat pekerja dari delapan provinsi di Sulawesi dan Maluku.
Turut hadir mendampingi Wakil Wali Kota, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar Nielma Palamba, serta jajaran pimpinan serikat pekerja dan BPJS Ketenagakerjaan.(*)
Comment