AKSESPUBLIK.COM, MAKASSAR — Sekretaris DPW Garuda Astacita Nusantara (GAN) Sulawesi Selatan, Dr. Sakka Pati, S.H., M.H., resmi mengikuti Diklat Calon Maheswara Madya yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Kelolosan ini didapatkan setelah melalui proses asesmen yang panjang dan ketat sejak Mei 2025.
Dr. Sakka Pati tercatat berhasil melewati lima tahapan seleksi, mulai dari verifikasi administrasi, penilaian kompetensi kebangsaan, evaluasi rekam jejak sosial, uji komitmen aktualisasi nilai Pancasila, hingga tahapan wawancara substantif. Diklat tersebut dijadwalkan berlangsung pada 25 hingga 28 Oktober 2025.
Pancasila Harus Diwujudkan dalam Keteladanan
Diklat Maheswara Madya memuat materi strategis mengenai sejarah dan perumusan Pancasila, kebijakan nasional pembinaan ideologi, Demokrasi Pancasila, Sistem Ekonomi Pancasila, etika pejabat publik, hingga pembimbingan aktualisasi nilai-nilai Pancasila di masyarakat.
Dalam keterangannya, Dr. Sakka Pati menegaskan motivasinya mengikuti diklat tersebut. “Pancasila bukan hanya konsep yang dipelajari, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku, pelayanan sosial, dan keteladanan di ruang publik,” tegasnya.
Selaras dengan Arah Pembangunan Nasional
GAN Sulsel menilai bahwa penguatan nilai Pancasila sangat relevan dengan arah pembangunan nasional, termasuk selaras dengan program Asta Cita Presiden Prabowo, terutama yang menekankan penguatan karakter dan moral kebangsaan, ketahanan keluarga, pemberdayaan generasi muda, serta peningkatan kualitas SDM yang berkepribadian Pancasila.
“GAN siap bersinergi dalam memperkuat ketahanan sosial dan karakter bangsa agar masyarakat siap menghadapi tantangan pembangunan ke depan,” tambah Dr. Sakka Pati.
Dengan mengikuti diklat ini, ia menyatakan kesiapannya untuk menjadi penggerak aktualisasi nilai Pancasila di masyarakat, memperluas edukasi kebangsaan berbasis aksi, memperkuat jejaring sosial, dan mendorong budaya gotong royong.
“Pembudayaan Pancasila bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga ormas, komunitas sosial, dan warga negara yang mencintai Indonesia,” tutupnya.(*)
Comment