
AKSESPUBLIK.COM, MAKASSAR — Langkah kreatif Dinas Sosial Kota Makassar yang memanfaatkan kembali aset kendaraan lama menjadi armada operasional mendapat apresiasi tinggi dari legislatif. Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Makassar, Andi Makmur Burhanuddin, menilai inovasi ini sebagai solusi praktis di tengah keterbatasan anggaran.
Menurut Andi Makmur, optimalisasi aset daerah ini membuktikan bahwa pelayanan publik yang maksimal tidak selalu harus bergantung pada pengajuan anggaran baru atau pengadaan mobil baru.
Pemanfaatan kendaraan idle (tidak terpakai) untuk menjangkau anak jalanan (anjot) serta mempercepat penyaluran bantuan sosial dianggap sebagai langkah yang sangat efisien.
”Kami melihat ini sebagai gagasan positif. Pemanfaatan aset lama menjadi kendaraan operasional menunjukkan kemauan pemerintah menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan pelayanan sosial,” ujar Andi Makmur, Sabtu (17/1/2026).
Meski memberikan pujian, Andi Makmur tetap memberikan tiga catatan penting agar inovasi ini memberikan dampak jangka panjang:
- Pengukuran Dampak: Efektivitas armada harus diukur secara objektif. “Bukan sekadar ada kendaraan, tapi sejauh mana ia mempercepat penanganan masalah sosial di lapangan,” tegasnya.
- Keberlanjutan & Perawatan: Karena menggunakan aset lama, perawatan teknis harus dilakukan secara terencana agar operasional tidak sering terkendala masalah mesin.
- Pendekatan Humanis: Andi Makmur mewanti-wanti agar armada ini digunakan untuk perlindungan dan pendampingan warga rentan, bukan sekadar alat penertiban yang kaku.
Andi Makmur menekankan bahwa pelayanan sosial harus tetap berlandaskan prinsip kemanusiaan. Armada tersebut diharapkan menjadi alat untuk mendekatkan solusi pemerintah kepada kelompok masyarakat rentan, bukan justru menimbulkan ketakutan atau jarak.
”Pelayanan sosial harus tetap berpihak pada kemanusiaan. Armada ini harus menjadi alat untuk mendekatkan solusi, bukan menimbulkan jarak dengan masyarakat,” pungkas legislator PKB tersebut. (*)
Comment