AKSESPUBLIK.COM, PAREPARE — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 111 dengan tema Inovasi Daerah Parepare 7, sukses menggelar program kerja pemberdayaan masyarakat berupa pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah dapur. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Sumpang Minangae, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, pada Rabu (14/1).
Bertempat di wilayah RW 02, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua RW 02 beserta puluhan warga setempat yang antusias mengikuti edukasi mengenai pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna.
Penanggung jawab program, Muhsina, yang merupakan mahasiswa Program Studi Agribisnis Unhas, menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul dari keprihatinan terhadap banyaknya limbah dapur yang terbuang sia-sia. Padahal, limbah seperti kulit bawang dan air cucian beras memiliki kandungan nutrisi tinggi yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman.
“Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari bahan alami seperti sisa tanaman dan limbah organik rumah tangga yang diolah untuk memperbaiki kesuburan tanah. Salah satu bentuknya adalah POC, yaitu pupuk hasil fermentasi yang mudah diserap tanaman,” ujar Muhsina.
Ia menambahkan bahwa penggunaan limbah kulit bawang merah dan bawang putih sebagai bahan baku tidak hanya menyuburkan tanaman, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang ramah lingkungan.

Dalam demonstrasi tersebut, Muhsina menunjukkan bahwa bahan-bahan yang diperlukan sangat mudah didapatkan di dapur, antara lain:
- Limbah kulit bawang merah dan putih
- Air cucian beras
- Gula merah (sebagai sumber energi bakteri)
- Cairan EM4 (mikroorganisme efektif)
- Wadah botol plastik
“Prosesnya cukup sederhana. Semua bahan seperti limbah kulit bawang dimasukkan ke dalam botol plastik, lalu dicampur dengan air cucian beras, gula merah, dan EM4, kemudian diaduk hingga merata untuk proses fermentasi,” jelasnya kepada para warga.
Kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat setempat. Ketua RW 02 Kelurahan Sumpang Minangae menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi yang dibawa oleh mahasiswa KKN-T Unhas. Ia berharap program ini tidak berhenti pada sosialisasi saja, tetapi dapat dipraktikkan secara berkelanjutan oleh warga.
“Melalui program ini, diharapkan masyarakat dapat membuat pupuk sendiri untuk digunakan di lahan mereka masing-masing, sehingga dapat menghemat biaya perawatan tanaman sekaligus menjaga kebersihan lingkungan,” ungkap Ketua RW 02.
Dengan adanya pelatihan ini, Kelurahan Sumpang Minangae diharapkan mampu menjadi contoh wilayah yang mandiri dalam pengelolaan pupuk organik berbasis rumah tangga.(*)
Comment