AKSESPUBLIK.COM, MAKASSAR — Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi Golkar, Muhammad Yulianto Badwi, kembali turun menemui konstituen dalam agenda Reses Kedua Masa Persidangan Kedua Tahun Sidang 2025/2026. Kali ini, titik ketujuh pelaksanaan reses dipusatkan di Sengkabatu, Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Minggu (15/2/2026).
Sebagai wakil rakyat dari Dapil II (Kecamatan Tallo, Wajo, Bontoala, Ujung Tanah, dan Kepulauan Sangkarrang), Yulianto memanfaatkan momentum ini untuk menjaring aspirasi langsung dari masyarakat di wilayah pesisir utara Makassar.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai keluhan krusial, mulai dari pengelolaan sampah, lampu jalan, hingga ketersediaan air bersih yang menjadi masalah klasik di wilayah pesisir. Namun, perhatian utama tertuju pada pembenahan drainase dan perbaikan jalan lingkungan.
Sebagai Anggota Komisi C Bidang Pembangunan, Yulianto menegaskan bahwa aspirasi mengenai infrastruktur akan menjadi prioritas komunikasinya dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar.
”Semua aspirasi ini akan saya tampung ke dalam Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan untuk kemudian ditindaklanjuti ke dinas terkait. Saya meminta warga menjelaskan titik masalahnya secara detail agar bisa masuk skala prioritas pembangunan,” ujar Yulianto di hadapan warga.
Selain masalah fisik kota, isu sosial kesehatan juga mencuat. Yulianto menyoroti banyaknya laporan warga mengenai penonaktifan Kartu Indonesia Sehat (KIS) akibat perubahan data desil (tingkat kesejahteraan).
”Masalah KIS ini sering saya temukan sejak titik reses pertama. Banyak warga mengeluh karena BPJS KIS mereka tiba-tiba dinonaktifkan. Ini akan kami koordinasikan dengan OPD terkait agar ada kejelasan bagi masyarakat,” tegas Ketua Fraksi Golkar tersebut.
Kehadiran legislator di tengah pemukiman padat penduduk ini disambut hangat oleh Pemerintah Kelurahan Buloa. Lurah Buloa, Naz Alamsyah Wiradinata, menyampaikan apresiasinya atas kesediaan Yulianto Badwi mendengar langsung keluh kesah warganya.
”Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak Dewan. Warga merasa senang karena masalah yang mereka hadapi sehari-hari kini memiliki jalur untuk diintervensi langsung melalui DPRD Makassar,” tutur Naz Alamsyah.
Kegiatan reses ini berjalan tertib dengan dialog interaktif antara warga dan anggota dewan, guna memastikan program pembangunan Pemerintah Kota Makassar tepat sasaran dan menjawab kebutuhan mendesak di tingkat bawah. (*)
Comment