
AKSESPUBLIK.COM, MAKASSAR — Gelombang polemik mengenai apresiasi terhadap kerja kreatif di tingkat nasional memicu respons cepat di daerah. Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Makassar, Andi Makmur Burhanuddin, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk segera memperkuat ekosistem perlindungan dan dukungan nyata bagi para pelaku ekonomi kreatif (ekraf).
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk pengejawantahan instruksi Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, yang menekankan bahwa penghargaan terhadap proses kreatif merupakan pilar utama dalam membangun ekonomi masa depan.
Menurut Andi Makmur, sudah saatnya terjadi pergeseran paradigma dalam memandang sektor kreatif. Ia menilai kerja kreatif sering kali dipandang sebelah mata karena hanya dilihat dari hasil akhirnya, tanpa mempertimbangkan kerumitan proses intelektual di baliknya.
“Kerja kreatif itu tidak sederhana. Ada proses panjang mulai dari perencanaan hingga eksekusi. Ini adalah pekerjaan berbasis intelektual yang memiliki nilai tinggi dan layak dihargai secara profesional,” tegas Andi Makmur dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).
Ia menambahkan bahwa kasus-kasus yang merugikan pekerja kreatif di berbagai wilayah harus menjadi alarm keras bagi Makassar agar tidak membiarkan talenta lokalnya tumbuh tanpa proteksi.
Sebagai tindak lanjut nyata, Andi Makmur memastikan bahwa arahan DPP PKB akan menjadi agenda prioritas fraksinya di parlemen. Fraksi PKB berkomitmen mengawal kebijakan daerah agar lebih adaptif terhadap perkembangan industri digital dan audiovisual.
Beberapa poin penguatan yang didorong oleh Fraksi PKB antara lain:
- Regulasi Adaptif: Memastikan adanya payung hukum yang kuat untuk melindungi hak-hak pelaku kreatif.
- Ekosistem Sehat: Menciptakan ruang tumbuh yang inklusif bagi kreator konten, desainer, dan seniman lokal.
- Dukungan Pemerintah: Mendorong Pemkot memberikan pelatihan berkelanjutan serta kepastian perlindungan usaha.
Makassar dikenal sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan talenta digital dan konten kreatif yang pesat. Andi Makmur mengingatkan bahwa masa depan banyak generasi muda di kota ini bergantung pada sektor tersebut.
“Banyak anak muda kita yang mandiri di sektor ini. Perhatian pemerintah sangat krusial agar mereka memiliki kepastian hukum dan ruang tumbuh yang berkelanjutan. Kita tidak ingin kreativitas mereka terhambat karena minimnya apresiasi,” paparnya.
Momentum ini diharapkan menjadi titik balik bagi kebijakan publik di Makassar untuk lebih berpihak pada ekonomi berbasis kreativitas, memastikan bahwa setiap ide orisinal memiliki nilai ekonomi yang diakui secara sah oleh negara maupun masyarakat luas. (*)
Comment