AKSESPUBLIK.COM, MAKASSAR — Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan, keamanan, dan kebersihan menjelang arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Manajemen PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar menggelar kegiatan brainstorming di Bandara Sultan Hasanuddin, Maros. Tim pengamanan dan cleaning service dari Pelindo Regional 4 Makassar dikirim khusus pada Rabu (26/11/2025) untuk belajar dan mencari terobosan baru dari sistem yang diterapkan di bandara.
General Manager Pelindo Regional 4 Makassar, Iwan Sjarifuddin, menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan kompetensi SDM.
“Melalui brainstorming ini, kami berharap dapat menghasilkan masukan positif dan solusi konstruktif. Peningkatan kualitas pelayanan di Pelabuhan Makassar harus mampu dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai pengguna jasa, terutama menjelang momen arus mudik Nataru 2025 yang akan datang,” jelas Iwan Sjarifuddin.
Rombongan Pelindo, yang diterima langsung oleh Insan Kamil selaku PGS Airport Operation and Service Division Head Bandara Sultan Hasanuddin, mendapatkan pemaparan mendalam terkait sistem pengamanan dan penataan kebersihan. Sesi ini dilanjutkan dengan kunjungan lapangan untuk melihat langsung implementasi operasional di area bandara.
Ketua rombongan sekaligus PFSO Pelabuhan Makassar menekankan bahwa aspek keamanan dan kebersihan adalah kebutuhan esensial. Ia menambahkan, baik pelabuhan maupun bandara adalah pintu masuk dan keluar suatu kota, sehingga kebersihan yang terjaga mencerminkan wajah daerah tersebut.
Diskusi interaktif yang juga mencakup praktik langsung teknik pengamanan dan penataan kebersihan menjadi fokus utama. Meskipun Bandara Hasanuddin tengah menjalani proses renovasi, pihak bandara memastikan bahwa mutu pelayanan dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama.
Menanggapi kegiatan ini, Iwan Sjarifuddin menyampaikan apresiasi tinggi kepada Manajemen PT Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin. Ia menekankan bahwa sinergi antar-BUMN ini tidak hanya bernilai sosial, tetapi juga berfungsi memperkuat konektivitas pelayanan publik.
“Kami berharap muncul budaya kerja yang lebih sinergis, inovatif, dan berdampak luas di lingkungan BUMN,” ujar Iwan Sjarifuddin. Ia menyebut kegiatan ini berpotensi menjadi pilot project yang membuka peluang pengembangan standar pelayanan terpadu di sektor transportasi demi memastikan pelayanan publik yang lebih maksimal.(*)
Comment