AKSESPUBLIK.COM, MAKASSAR — Program tahunan Jelajah Sampah Makassar 2025 kembali bergulir dengan sukses, kali ini memusatkan aksinya di Kecamatan Mamajang. Bertempat di Halaman Kampus Polimarim AMI Makassar, kegiatan pada Rabu (10/12/2025) ini berhasil mengumpulkan total 80 kilogram sampah organik dan anorganik, menegaskan komitmen kolektif mewujudkan Makassar sebagai kota yang bersih dan berkelanjutan.
Acara ini secara resmi dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Makassar, Drs. H. Andi Muhammad Yasir, M.Si.
Aksi jelajah sampah ini melibatkan kolaborasi masif dari berbagai pihak, termasuk aparat pemerintah, civitas akademika Polimarim AMI Makassar, berbagai komunitas peduli lingkungan, petugas kebersihan, serta partisipasi aktif dari masyarakat sekitar. Keberhasilan mengumpulkan 80 kilogram sampah dalam satu hari menjadi bukti nyata sinergi antar-elemen kota dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Turut hadir dalam pembukaan tersebut adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Dr. Helmy Budiman, S.STP., M.M; Camat Mamajang, Andi Irdan Pandita, S.STP., M.Si; Direktur Polimarim AMI Makassar, Dr. Ir. H. Amrin, SE, M.A.P, CRP, IQA; serta para lurah se-Kecamatan Mamajang.
Program Jelajah Sampah Makassar 2025 di Mamajang dirancang tidak hanya sebagai kegiatan bersih-bersih, tetapi juga sebagai momentum edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Beberapa rangkaian pendukung utama meliputi:
* Pemberian Apresiasi: Penghargaan diberikan kepada Tokoh Inspiratif dan Penggerak Kebersihan Mamajang sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi mereka dalam menggerakkan kepedulian lingkungan di wilayahnya.
* Talk show Edukatif: Sesi diskusi bersama Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar untuk meningkatkan wawasan tentang isu-isu lingkungan.
* Inovasi Publik: Perkenalan Inovasi Publik Smart Dispenser (PSD).
* Layanan Sosial: Kegiatan donor darah dan cek kesehatan gratis.
* Ekonomi Lokal: Pasar murah serta pameran produk-produk UMKM setempat.
Kegiatan ini secara keseluruhan menegaskan bahwa Program Jelajah Sampah bukan hanya tentang aksi di lapangan, tetapi juga tentang mengedukasi, menggerakkan, dan memberdayakan masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga lingkungan demi mendukung gerakan kota yang lebih hijau dan berkelanjutan.(*)
Comment