AKSESPUBLIK.COM, JAKARTA — Gelaran SEA Games ke-33 Thailand memang telah usai, namun gairah juara masih terasa di Istana Negara, Jakarta. Pada Kamis (8/1), Presiden Prabowo Subianto secara resmi memberikan apresiasi langsung kepada para patriot olahraga Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa.
Pertemuan tersebut bukan sekadar seremoni pemberian penghargaan, melainkan panggung bagi kisah-kisah perjuangan luar biasa di balik raihan medali.
Salah satu sorotan jatuh pada atlet triathlon, Martina Ayu Pratiwi. Martina yang sukses memborong tujuh medali (lima emas dan dua perak) mengaku tidak menyangka akan terpilih sebagai perwakilan atlet yang menerima penghargaan langsung dari Presiden.
Bagi Martina, momen ini adalah kado yang tak ternilai. “Alhamdulillah senang banget. Ini adalah hari ulang tahun saya hari ini, jadi kerasa makin spesial,” ungkapnya. Ia berencana menggunakan apresiasi tersebut untuk mendukung prestasi sekaligus investasi masa depannya.
Cerita tak kalah heroik datang dari cabang menembak. Dewi Laila berhasil membawa pulang medali emas meski tengah dalam kondisi hamil. Dewi mengaku bertanding tanpa beban, yang justru membawanya pada podium tertinggi.
“Enggak nyangka, karena enggak berpikir harus dapat emas. Pas saat pertandingan ya sudah, nothing to lose saja,” ujar Dewi. Usai masa pemulihan pasca-melahirkan nanti, ia menargetkan untuk kembali berlaga di ajang yang lebih bergengsi seperti Asian Games dan Olimpiade.
Sementara itu, lifter andalan Indonesia, Rizki Juniansyah, tampak emosional saat menerima penghargaan. Peraih emas sekaligus pemecah rekor dunia ini menganggap apresiasi dari Presiden sebagai tanggung jawab besar untuk masa depan.
“Ke depannya ini adalah tantangan dan jalan berat bagi saya. Saya harus terus membawa nama Indonesia, TNI, dan nama baik Bapak Presiden di ajang internasional lainnya,” tegas Rizki.
Apresiasi yang diberikan pemerintah ini menjadi simbol bahwa negara hadir menghargai setiap tetes keringat atlet. Meski datang dari cabang olahraga yang berbeda, para atlet sepakat bahwa konsistensi dan disiplin adalah kunci.
Pertemuan di Istana ini bukan sekadar penutup babak SEA Games ke-33, melainkan bahan bakar baru bagi para atlet untuk menatap tantangan yang lebih besar: Asian Games dan Olimpiade.(*)
Comment