AKSESPUBLIK.COM, MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, meninjau langsung progres pelaksanaan Program Multi Years Project (MYP) Infrastruktur Jalan Paket 1 senilai Rp430 miliar. Proyek strategis ini mencakup perbaikan 14 ruas jalan yang tersebar di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Sinjai, dan Bulukumba.
Peninjauan lapangan dilakukan di beberapa titik krusial dengan volume lalu lintas tinggi, antara lain ruas Jalan Hertasning – Jalan Aroepala di Kota Makassar, Jalan HM Yasin Limpo (Poros Pattallassang), hingga ruas Burung-Burung – Bili-Bili di Kabupaten Gowa.
Dalam kunjungan tersebut, Andi Sudirman memastikan bahwa seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai dengan perencanaan yang matang.
Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian Gubernur saat ini adalah peningkatan sistem drainase di Jalan Hertasning. Pemprov Sulsel menerapkan teknologi beton pracetak (precast) jenis U-Ditch untuk mempercepat dan memaksimalkan fungsi saluran air.
“Pekerjaan gorong-gorong di Jalan Hertasning saat ini menggunakan beton precast U-Ditch untuk memperlebar penampang aliran air. Hal ini dilakukan agar kapasitas saluran drainase meningkat, sehingga mampu mengurangi potensi genangan air saat hujan,” ujar Andi Sudirman, Kamis (11/6).
Selain drainase, proyek betonisasi juga sudah mulai menyasar ruas Jalan Aroepala. Saat ini, pekerja tengah merampungkan fondasi dasar setebal 10 cm sebelum melanjutkan ke tahap peninggian konstruksi utama.
“Nantinya ruas Jalan Aroepala akan ditambah lapisan beton hingga sekitar 40 sentimeter. Dengan konstruksi yang lebih kuat, jalan ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan dan ketahanan yang lebih baik bagi pengguna jalan dalam jangka panjang,” jelasnya.
Andi Sudirman tidak menampik bahwa proses pengerjaan infrastruktur di jalur-jalur utama ini memicu kemacetan dan mengganggu mobilitas harian masyarakat. Terkait hal tersebut, ia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada publik.
“Ruas-ruas ini merupakan jalur dengan lalu lintas harian yang sangat tinggi, sehingga pengerjaannya membutuhkan proses yang maksimal dan dilakukan secara bertahap demi menghasilkan kualitas konstruksi yang baik. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pengguna jalan selama proses ini berlangsung,” tuturnya.
Di akhir peninjauannya, ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tetap berkomitmen penuh untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang berkualitas. Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta memicu pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pembangunan infrastruktur yang baik akan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian. Karena itu, kami terus mengawal seluruh program strategis agar selesai tepat waktu dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat Sulawesi Selatan,” pungkas Andi Sudirman.(*)
Comment