Takalar Tatap Era Digital: Pemkab Susun Master Plan TIK 2025–2030

AKSESPUBLIK.COM, TAKALAR — Pemerintah Kabupaten Takalar mengambil langkah strategis menuju transformasi digital dengan menyusun Master Plan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) 2025–2030. Rencana besar ini dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin langsung oleh Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, di Ruang Pola Kantor Bupati, Selasa (7/10/2025).

Rakor tersebut dihadiri oleh unsur penting eksekutif dan legislatif, termasuk Wakil Ketua DPRD Takalar Fadel Ahmad, Sekda Hasbi, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) eselon II, para camat, hingga perwakilan teknis instansi terkait.

Dalam arahannya, Bupati Daeng Manye menegaskan bahwa Master Plan TIK ini adalah sebuah keharusan, bukan semata program pilihan. Ia menilai era digital menuntut pemerintahan bekerja lebih efisien, akuntabel, dan berbasis data.

“Ini kebutuhan, bukan keinginan. Kalau dunia terus berubah, masa kita masih pakai arsip setinggi lemari?” ucap Bupati dengan nada serius, menekankan pentingnya meninggalkan birokrasi manual.

Menurutnya, digitalisasi akan menghapus birokrasi yang berbelit dan secara signifikan mempercepat layanan publik, mulai dari proses perizinan hingga pemantauan data kesehatan masyarakat.

Bupati juga menyinggung masalah krusial mengenai integrasi data kemiskinan ekstrem. “Kalau semua sistem sudah digital, kita bisa tahu secara pasti siapa yang butuh bantuan dan di mana mereka berada. Tidak ada lagi data gelap,” tegasnya. Ia mencontohkan bagaimana ponsel pintar telah menggantikan banyak fungsi manual dalam hidup, dan hal yang sama harus diterapkan dalam tata kelola pemerintahan.

Dukungan kuat juga datang dari DPRD dan pihak ketiga yang berpengalaman. Rapat ini turut menghadirkan Jejen Jaenudin, CEO PT Zen Multimedia Indonesia, perusahaan yang sukses mengembangkan sistem digital pemerintahan di berbagai daerah seperti Bekasi, Subang, dan Purwakarta.

Dalam pemaparannya, Jejen menekankan bahwa digitalisasi telah menjadi kebutuhan mendesak bagi birokrasi. “Kami telah membangun sistem seperti Bebunge di Bekasi, Smartdigi Subang, hingga digitalisasi layanan di Purwakarta. Semuanya mendorong kecepatan kerja dan transparansi,” ungkapnya.

Jejen menyatakan kesiapannya untuk membantu Takalar menyusun sistem terintegrasi dari tingkat kabupaten hingga kecamatan. “Master plan ini adalah fondasi menuju Takalar yang efisien, transparan, dan berbasis data,” ujarnya.

Rapat ditutup dengan komitmen bersama lintas OPD untuk mendukung penuh penerapan sistem digital secara menyeluruh. Langkah ini dinilai strategis dalam mewujudkan visi Takalar Maju Berdaya Saing melalui Ekonomi Digital sebagaimana tertuang dalam RPJMD.(*(

Comment