AKSESPUBLIK.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menggenjot percepatan realisasi program Stadion Untia dengan memilih konsep design-build (desain-bangun) dan skema anggaran multiyears. Untuk mempercepat tahap awal, Pemkot akan menggunakan skema Swakelola Tipe III dalam proses studi kelayakan.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar Andi Zulkifly saat memimpin rapat pelaksanaan pengendalian perencanaan program prioritas Pemkot di Balai Kota Makassar, Senin (13/10).
Sekda Zulkifly menjelaskan, tahap awal yang krusial adalah penyelesaian Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan, yang pendanaannya dialokasikan melalui APBD Perubahan 2025.
“Kami menggunakan skema swakelola tipe III untuk mempercepat proses FS, karena ini adalah keputusan bersama. Studi kelayakan ini penting sebab harus menyesuaikan dengan tata ruang kawasan Untia,” kata Sekda Zulkifly.
Ia menambahkan, sebelum penyusunan FS, Pemkot juga tengah membahas masterplan kawasan untuk memperjelas dan mengintegrasikan ruang-ruang di Untia, mengingat aturan tata ruang saat ini masih berfokus pada kawasan ekonomi. Kedua dokumen perencanaan ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025.
Target Jadwal Proyek dan Metode Multiyears
Sekda menegaskan, penyelesaian FS menjadi prioritas tahun ini. Selanjutnya, tahap penimbunan lahan sebagai awal pekerjaan fisik stadion ditargetkan dapat dimulai pada tahun 2026.
Proyek Stadion Untia akan menggunakan metode desain-bangun (design and build) dengan sistem anggaran multiyears. Metode ini dipilih karena dinilai lebih efisien dan memungkinkan pekerjaan konstruksi berjalan lebih cepat tanpa harus menunggu seluruh perencanaan rampung sepenuhnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar, Zuhaelsi Zubir, merinci target jadwal proyek ini, yang diperkirakan menelan total anggaran Rp300 miliar:
Akhir 2025: Penyelesaian Masterplan dan Studi Kelayakan (FS).
Maret hingga Desember 2026: Pelaksanaan manajemen konstruksi.
Awal 2027: Proses tender konstruksi untuk pekerjaan fisik utama, ditargetkan rampung pada akhir tahun yang sama.
Awal 2028: Stadion Untia ditargetkan dapat diresmikan dan digunakan.
Elsi menjelaskan, tahapan pekerjaan fisik akan diawali dengan pematangan lahan dan penimbunan area stadion yang berlokasi di Kawasan Untia, Kecamatan Biringkanaya, termasuk pembangunan infrastruktur dasar seperti drainase, fondasi, dan akses jalan.
“Metode design and build ini dinilai efisien karena pendekatan perencanaan dan pelaksanaan konstruksi dilakukan secara terintegrasi, meminimalkan risiko keterlambatan, dan memperkuat koordinasi,” pungkasnya.(*)
Comment