AKSESPUBLIK.COM, MAKASSAR — Universitas Muslim Maros (UMMA) hari ini menyelenggarakan Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda dan Dies Natalis ke-VIII, sebagai wujud syukur atas selesainya rangkaian acara Wisuda yang berhasil menghadirkan ribuan wisudawan/wisudawati beserta orang tua/wali mereka di Hotel Dalton Makassar, Sabtu (15/11/2025).
Dalam sambutannya, Rektor UMMA, Prof. Nurul Ilmi Idrus, M.Sc., Ph.D., menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih mendalam kepada para wisudawan/wisudawati, serta kepada orang tua/wali yang telah memberikan kepercayaan penuh kepada UMMA sebagai tempat menuntut ilmu.
Wisuda kali ini mencatat total kelulusan sebanyak \mathbf{\pm 2.000} orang yang terdiri dari jenjang Sarjana (S1) dan Diploma III (D3).
- S1 diwakili oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dan Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan (FAPERTAHUT).
- D3 terdiri dari program studi Keuangan dan Perbankan.
Rektor juga mengungkapkan bahwa UMMA kini didukung oleh 93 orang Tenaga Pendidik (Dosen), dengan 96% di antaranya telah tersertifikasi.

Di samping itu, UMMA menorehkan prestasi gemilang dengan meraih peringkat “Binaan” pada Kluster Madya Hibah PKKM. Rektor secara khusus berterima kasih kepada Kepala Biro Sistem Informasi, Bapak Hajar, SE., MM, atas dedikasi dalam pengembangan sistem informasi universitas.
Dalam amanatnya, rektor menekankan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari hubungan dengan universitas, melainkan awal dari babak baru. Alumni diharapkan tetap menjadi bagian dari UMMA, menjadi perpanjangan tangan untuk mempromosikan institusi, dan berkontribusi pada pengembangan universitas.
Pesan utama yang disampaikan kepada lulusan adalah untuk tidak hanya menjadi orang hebat, tetapi juga memilih “Standard of Excellence.”
”Kalian tidak perlu hebat untuk memulai sesuatu, tapi kalian harus memulai untuk menjadi hebat, selalulah memilih Standard of Excellence, jadilah somebody, bukan no body. Sekarang batas raihan ini, songsong cita-cita berikutnya dengan penuh optimisme dan tanggungjawab. Lulus sebagai sarjana bukan sebuah puncak, kalian baru saja memulai petualangan hidup.” Ujarnya.
Secara moral, para sarjana didorong untuk mengenal diri dan menerapkan etika moral dalam setiap interaksi dan tanggung jawab yang diemban, serta menjadi Somebody yang tidak lagi meremehkan atau diremehkan.
Menyadari tantangan di dunia kerja, rektor mengingatkan bahwa bekal ilmu saja tidak cukup. Lulusan harus membekali diri dengan kemampuan non-akademik, seperti hard skills, soft skills, dan karakter yang kuat.
Secara spesifik, rektor berpesan kepada alumni perempuan untuk siap menghadapi tantangan berupa pelecehan, hinaan, ataupun diskreditasi, dan selalu menjunjung tinggi standard of excellence.
”Tantangan tambahan adalah bagaimana alumni harus mampu membekali diri untuk memecahkan berbagai kompetensi dalam diri, bukan hanya hard skills, tapi juga soft skills, dan karakter yang menunjang,” tegasnya.
Acara wisuda diakhiri dengan harapan bahwa para lulusan akan menjadi duta moral dan duta akademik yang mencerminkan nama baik almamater di mana pun mereka berada.(Ab)
Comment