AKSESPUBLIK.COM, MAKASSAR — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) berkomitmen terus memperkuat ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah ini diwujudkan melalui program Up Skilling Fasilitator Rumah BUMN yang difokuskan pada penguatan digitalisasi dan manajemen program berbasis Key Performance Indicator (KPI).
Kegiatan yang berlangsung pada 18–20 Desember 2025 di Golden Tulip Essential Hotel ini diikuti oleh 13 fasilitator dari empat Rumah BUMN (RB), yakni RB Majene, RB Muna, RB Muna Barat, dan RB Selayar. Saat ini, para fasilitator tersebut memikul tanggung jawab besar dalam mendampingi total 2.625 UMKM di wilayah tersebut.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas ini krusial agar pendampingan UMKM menjadi lebih terukur dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
”Kegiatan Up Skilling ini bertujuan meningkatkan profesionalisme fasilitator agar mampu memberikan coaching yang efektif. Kami ingin memastikan setiap program pendampingan memiliki dampak nyata terhadap peningkatan kelas UMKM, baik dari sisi kualitas produk maupun jangkauan pasar,” ujar Edyansyah.
Selama tiga hari, para peserta dibekali materi intensif yang mencakup berbagai aspek manajerial dan teknis:
- Hari Pertama: Fokus pada facilitating skill, teknik komunikasi, dan problem solving bersama Nurfadila, S.M., M.M. Dilanjutkan dengan materi pengelolaan RB dan penerapan KPI oleh Haidir Ali untuk memastikan seluruh target program berjalan sistematis.
- Hari Kedua: Peserta diajak mendalami dunia digital melalui materi audio visual, riset konten, dan manajemen publikasi oleh Muh. Taufik D. Putra. Hal ini bertujuan agar promosi produk UMKM binaan tampil lebih profesional di media sosial.
- Hari Ketiga: Sesi evaluasi menyeluruh serta penyusunan panduan kerja tahun 2026 bersama Haidir Ali sebagai peta jalan strategis untuk tahun mendatang.
Data menunjukkan persebaran UMKM binaan yang cukup besar, dengan rincian RB Majene (879 UMKM), RB Muna (615 UMKM), RB Muna Barat (555 UMKM), dan RB Selayar (576 UMKM). Dengan rasio pendampingan yang ada, efisiensi kerja fasilitator menjadi kunci.

Edyansyah optimis bahwa dengan manajemen berbasis KPI, Rumah BUMN akan menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang lebih tangguh. “Kami ingin UMKM binaan tidak hanya bertahan, tapi berdaya saing nasional dan berkelanjutan. Ini adalah bentuk kontribusi nyata PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui pemberdayaan masyarakat,” tutupnya.(*)
Comment