AKSESPUBLIK.COM, TAKALAR -– Kinerja pendapatan daerah Kabupaten Takalar menunjukkan tren positif di penghujung tahun 2025. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Takalar melaporkan bahwa realisasi pajak daerah berhasil melampaui target yang telah ditetapkan, mencapai angka Rp49,71 miliar atau setara dengan 106,30 persen dari target awal Rp46,76 miliar.
Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat efektifitas tata kelola keuangan di bawah kepemimpinan Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye dalam mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD).
Kejutan besar datang dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor parkir. Realisasi sektor ini melonjak tajam hingga 209,15 persen, dengan capaian Rp522,87 juta dari target yang hanya Rp250 juta.
Kepala Bapenda Takalar, Rusdi, menjelaskan bahwa lonjakan ini merupakan buah dari pengetatan pengawasan di lapangan.
“Lonjakan pajak parkir ini tidak terlepas dari penataan titik parkir, peningkatan pengawasan, serta penertiban terhadap potensi kebocoran yang selama ini terjadi,” ujar Rusdi, Kamis (8/1/2026).
Selain parkir, beberapa sektor unggulan lainnya juga mencatatkan angka di atas 100 persen:
- PBJT Hotel: 117,47%
- PBJT Restoran: 110,44%
- BPHTB: 108,08% (Realisasi Rp7,88 Miliar)
- PBB-P2: 107,19%
- Opsen PKB: 110,27%
Meski secara umum melampaui target, Bapenda tidak menutup mata terhadap sektor yang masih lemah. Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) tercatat masih rendah, yakni hanya terealisasi 5,97 persen. Menanggapi hal ini, Rusdi menegaskan akan melakukan pendataan ulang potensi dan penguatan koordinasi lintas perangkat daerah untuk tahun 2026.
Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Bapenda atas capaian gemilang ini. Namun, ia mengingatkan bahwa angka-angka ini harus berkorelasi dengan kualitas layanan masyarakat.
“Alhamdulillah, capaian PAD kita patut disyukuri. Ini menunjukkan pembenahan tata kelola mulai membuahkan hasil. Namun, peningkatan PAD harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan dan pembangunan yang lebih baik,” tegas Daeng Manye.
Bupati juga menekankan agar potensi yang belum tergarap maksimal segera dibenahi demi mewujudkan kemandirian fiskal daerah yang berkelanjutan.(*)
Comment