APBD Triwulan I 2026: Pemkot Makassar Catat Rapor Hijau, Realisasi Pendapatan Tembus Rp1 Triliun

AKSESPUBLIK.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menunjukkan kinerja fiskal yang solid pada awal tahun 2026. Berdasarkan laporan terbaru, pelaksanaan APBD Triwulan I Tahun Anggaran 2026 mencatatkan rapor hijau dengan tren pertumbuhan positif, baik dari sisi belanja maupun pendapatan daerah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

​Kepala Bappeda Kota Makassar, Muh. Dahyal, mengungkapkan bahwa realisasi belanja daerah hingga akhir Maret 2026 telah mencapai Rp465 miliar. Angka ini setara dengan 11,07 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp4,2 triliun. Secara fisik, progres pengerjaan di lapangan menunjukkan capaian yang lebih progresif, yakni di angka 11,36 persen.

​”Jika dikomparasikan dengan Triwulan I 2025, ada kenaikan realisasi keuangan sebesar 0,6 persen. Ini sinyal positif bahwa penyerapan anggaran kita bergerak lebih progresif dan on-track,” ujar Dahyal saat dikonfirmasi, Minggu (19/4/2026).

​Selain penyerapan belanja, sektor pendapatan juga menunjukkan performa signifikan. Hingga penutupan Triwulan I 2026, realisasi pendapatan daerah telah menembus angka Rp1,041 triliun dari target keseluruhan Rp4,7 triliun.

​Capaian tersebut setara dengan 22,14 persen, angka yang melampaui capaian pada periode yang sama di tahun 2025 yang berada di level 20,91 persen. Menurut Dahyal, kenaikan ini merupakan hasil dari kedisiplinan dan optimalisasi pengelolaan pendapatan yang terus diperketat.

​Ke depan, Bappeda Makassar berkomitmen untuk terus mengawal program-program prioritas agar tetap selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Makassar 2025–2029.

​Dahyal menegaskan bahwa pihaknya rutin melakukan evaluasi berkala secara ketat terhadap setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap rupiah yang dialokasikan mampu memberikan dampak nyata dan manfaat langsung bagi pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Kota Makassar.

​”Kami melakukan evaluasi berkala secara ketat. Tujuannya satu, memastikan setiap rupiah yang keluar memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar,” pungkasnya. (*)

Comment