AKSESPUBLIK.COM, MAKASSAR — Guna memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Pelindo Regional 4 Makassar menggelar talkshow bertema “Peluang Usaha” di Aula Terminal 1 Anging Mammiri, Pelabuhan Makassar, pada Selasa (16/9).
Acara ini menjadi wadah kolaborasi strategis antara Pelindo, pelaku UMKM, perbankan, BUMN, hingga asosiasi sektor logistik.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Pelindo Regional 4 ini bertujuan menciptakan ruang diskusi lintas sektor untuk membahas tantangan dan peluang usaha ke depan.
General Manager Pelindo Regional 4, Iwan Sjarifuddin, membuka acara dengan memaparkan berbagai program unggulan Pelindo untuk UMKM, seperti Matirimpreneur, Akselerator UMK, Gedor Ekspor, dan Program Teman Nelayan yang telah menyasar sektor kelautan dan maritim.
Sementara itu, Ria Andriani, Head Corporate Bank Sulselbar, menekankan pentingnya integritas dalam berbisnis. Penulis buku Etika dalam Berbisnis ini juga mengungkapkan, pemerintah telah mengucurkan dana sebesar Rp200 triliun melalui bank-bank BUMN sebagai bentuk dukungan nyata bagi UMKM.
Di sisi lain, Ketua Gabungan Perusahaan Eksportir Indonesia (GPEI), Arief, menyoroti pentingnya jaringan dan keanggotaan asosiasi untuk meningkatkan daya saing UMKM di pasar internasional, khususnya dalam sektor logistik dan distribusi.
Executive Director Pelindo Regional 4, H. Abdul Azis, turut memberikan perspektif tentang potensi laut sebagai jalur distribusi utama Indonesia. Menurutnya, sebagai negara maritim, UMKM perlu memanfaatkan transportasi laut sebagai sarana ekspansi bisnis ke wilayah lain, bahkan ke luar negeri.
Selain talkshow, acara ini juga dimeriahkan oleh pasar murah dengan partisipasi hampir 100 tenant. Produk yang ditawarkan, mulai dari sembako, kerajinan tangan, hingga jajanan tradisional, disambut antusias oleh pengunjung.
Iwan Sjarifuddin menyampaikan, keberadaan Pelabuhan Makassar yang kerap disinggahi wisatawan mancanegara dapat menjadi etalase promosi UMKM lokal. “Pelabuhan bisa jadi etalase produk khas Makassar, dari jajanan, masakan lokal hingga kerajinan tangan yang langsung dinikmati wisatawan,” jelasnya.
“Dalam bisnis, bukan hanya soal angka, tetapi juga soal jiwa. Semangat UMKM adalah denyut nadi yang menjaga ekonomi bangsa tetap hidup,” tutup Iwan, seraya mengajak seluruh pihak untuk menciptakan ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan.
Talkshow ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara BUMN, pelaku usaha, perbankan, dan asosiasi mampu menciptakan ruang kolaboratif yang memperkuat UMKM dan diharapkan dapat menjadi model pengembangan ekonomi daerah berbasis pelabuhan.(*)
Comment