
AKSESPUBLIK.COM, MAKASSAR — Komisi B DPRD Kota Makassar melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus rapat evaluasi awal tahun di Kantor Perumda Pasar Makassar Raya, Kamis (15/1/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi warga serta memantau perkembangan pengelolaan pasar di Kota Makassar.
Ketua Komisi B DPRD Makassar, Ismail, bersama sejumlah anggota dewan lainnya memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian Perumda Pasar sepanjang tahun 2025. Perusahaan daerah tersebut dinilai sukses melakukan turnaround dari tren kerugian menjadi entitas yang mencatatkan laba dan menyetor dividen ke kas daerah.
“Selama ini Perumda Pasar identik dengan kerugian, tapi hari ini kita saksikan sudah mampu mencetak keuntungan. Ini capaian luar biasa yang bisa menjadi fondasi pembangunan pasar-pasar di Makassar ke depan,” ujar Ismail.
Meski memuji kinerja keuangan, Komisi B tetap membawa “catatan merah” dari masyarakat. Ismail menegaskan bahwa pihaknya banyak menerima aduan terkait dinamika di beberapa pasar besar dan fasilitas umum lainnya.
Beberapa isu krusial yang disoroti antara lain:
- Pasar Pabaeng-baeng & Pasar Butung: Persoalan pengelolaan dan ketertiban.
- Masalah Terminal & Parkir: Isu yang kerap memicu aksi unjuk rasa di masyarakat.
- Penertiban Fasum-Fasos: Pemanfaatan fasilitas umum yang tidak sesuai peruntukannya.
Legislator dari berbagai fraksi ini memastikan akan menindaklanjuti poin-poin tersebut melalui mekanisme Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna mencari solusi bersama dengan seluruh pemangku kepentingan.
Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief, menyambut positif masukan dari legislatif. Ia menyatakan bahwa momentum awal 2026 akan dijadikan titik tolak pembenahan tata kelola pasar secara menyeluruh, termasuk revisi rencana bisnis dan penguatan internal.
“Kami akan membenahi pasar-pasar yang tidak sesuai peruntukannya secara bertahap. Pesan kami kepada seluruh karyawan: mari kita berbenah bersama, Together We Grow,” ungkap Ali Gauli.
Ali juga menekankan bahwa peran DPRD sangat penting sebagai mitra strategis untuk membimbing dan mengontrol agar program Perumda Pasar tetap sejalan dengan kepentingan publik dan target Pemerintah Kota Makassar.
Pertemuan ditutup dengan komitmen kedua belah pihak untuk menghadirkan pasar yang lebih tertib, manusiawi, dan berdaya saing. Dengan tata kelola yang bersih, pasar diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga penopang utama ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah di Makassar. (*)
Comment