AKSESPUBLIK.COM, WASHINGTON DC — Pemerintah Indonesia melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan energi nasional. Salah satu poin utamanya adalah peningkatan kepemilikan saham Indonesia di PT Freeport Indonesia (PTFI) dari 51 persen menjadi 63 persen pada tahun 2041.
Dalam keterangannya di Washington DC, Jumat (20/2), Menteri Bahlil menegaskan bahwa penambahan 12 persen saham ini dilakukan melalui proses divestasi tanpa biaya pengambilalihan. Langkah ini bertujuan untuk memberikan ruang eksplorasi lebih awal guna menjaga stabilitas produksi.
“Perpanjangannya kita lakukan agar bisa dilakukan eksplorasi di awal dengan menambah 12 persen saham kepada negara tanpa ada biaya apapun,” ujar Bahlil.
Selain urusan saham, pemerintah menekankan bahwa skema perpanjangan ini harus memberikan pemasukan yang lebih besar bagi kas negara melalui royalti dan pajak, khususnya dari komoditas emas dan tembaga. Hal ini diharapkan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Papua sebagai wilayah penghasil.
Tak hanya sektor tambang, Bahlil juga mengungkapkan rencana investasi besar dari ExxonMobil senilai USD 10 miliar untuk memperpanjang operasi migas hingga 2055, guna menjaga target lifting minyak nasional.(*)
Comment