Sambut MV Seabourn Sojourn, Pelindo Regional 4 Makassar Optimis Geliatkan Ekonomi Lokal

AKSESPUBLIK.COM, MAKASSAR — Pelabuhan Makassar kembali mempertegas posisinya sebagai destinasi kapal pesiar internasional. Pada Sabtu (28/3/2026), kapal pesiar mewah berbendera Bahamas, MV Seabourn Sojourn, resmi bersandar di Dermaga Pelindo Regional 4 Makassar.

​Kedatangan kapal ini menambah catatan positif kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi Selatan, menyusul kunjungan MV Crystal Serenity yang sebelumnya hadir pada momentum Idulfitri.

​MV Seabourn Sojourn membawa 413 penumpang dan 344 kru kapal (ABK) yang mayoritas berasal dari Australia. Kapal ini tiba setelah menempuh perjalanan dari Pulau Komodo dan dijadwalkan akan melanjutkan pelayaran menuju Filipina.

​Penyambutan dilakukan langsung oleh General Manager Pelindo Regional 4 Makassar, Iwan Sjarifuddin. Sebagai bentuk penghormatan, pihak Pelindo menyerahkan plakat dan Songkok Recca—penutup kepala khas Bugis—kepada nakhoda kapal. Suasana semakin meriah dengan penampilan tari tradisional Ganrangbulo yang dibawakan oleh anak-anak binaan Dinas Pariwisata Kota Makassar.

​Selama berada di Makassar, para turis mancanegara dijadwalkan mengunjungi sederet destinasi sejarah dan alam unggulan, antara lain:

  • ​Pelabuhan Tradisional Paotere
  • ​Masjid Kubah 99 Asmaul Husna
  • ​Benteng Fort Rotterdam
  • ​Museum Balla Lompoa & Makam Sultan Hasanuddin
  • ​Taman Nasional Bantimurung

​Iwan Sjarifuddin menyampaikan bahwa tren peningkatan kunjungan kapal pesiar ini merupakan sinyal positif bagi perekonomian daerah.

​”Kunjungan kapal pesiar internasional ke Makassar akan terus meningkat ke depannya. Ini tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara riil,” ujar Iwan.

​Ia juga menekankan bahwa setiap kedatangan kapal wisata adalah peluang emas untuk memperkenalkan wajah Pelabuhan Makassar ke dunia internasional.

Melalui pembenahan fasilitas yang berkelanjutan, Iwan optimis mampu mengembalikan kejayaan Pelabuhan Makassar sebagai pusat maritim dunia seperti di masa lalu.(*)

Comment