Pemberdayaan Masyarakat melalui Pemanfaatan Eco-Enzym sebagai Solusi Ramah Lingkungan untuk Aktivitas Pertanian dan Budidaya Ikan

AKSESPUBLIK.COM, GOWA — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin (Unhas) mengadakan program yang berfokus pada solusi ramah lingkungan bagi masyarakat Kelurahan Borongloe, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.

Bertempat di Lingkungan P2B (Pekarangan Pangan Bergizi) pada Minggu, 3 Agustus, acara ini mengusung tajuk “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pemanfaatan Eco-Enzym sebagai Solusi Ramah Lingkungan untuk Aktivitas Pertanian dan Budidaya Ikan.”

Tujuan program ini adalah untuk mengatasi dua masalah utama yang dihadapi masyarakat lokal, yaitu tingginya penggunaan bahan kimia sintetis di sektor pertanian dan perikanan, serta minimnya pengelolaan limbah organik. Penggunaan bahan kimia tidak hanya mahal, tetapi juga merusak lingkungan. Sementara itu, limbah organik seperti kulit buah dan sayur dibiarkan begitu saja, menambah masalah pencemaran.

Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa KKN-T Unhas memperkenalkan eco-enzym, cairan hasil fermentasi limbah organik. Cairan serbaguna ini dapat berfungsi sebagai pupuk alami, pengendali hama, hingga penjernih air kolam. Sayangnya, pengetahuan masyarakat tentang manfaat dan cara pembuatannya masih sangat terbatas, sehingga program pelatihan dan penyuluhan ini menjadi sangat penting.

Kegiatan ini disambut antusias oleh berbagai pihak, mulai dari Lurah Borongloe, Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga kelompok tani, pembudidaya ikan, dan ibu-ibu PKK. Setelah sesi pemaparan teori, warga diajak untuk langsung praktik membuat eco-enzym dari limbah sayur dan buah, seperti kulit pisang dan semangka. Mahasiswa juga menjelaskan proses pengomposan dan ciri-ciri eco-enzym yang sudah siap digunakan.

Abdul Muis, perwakilan dari kelompok tani, menyampaikan rasa terima kasihnya. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Saran kami, kalau bisa disediakan juga buku panduan agar kami bisa membuatnya sendiri di rumah,” ujarnya.

Antusiasme warga menunjukkan harapan besar terhadap program ini. Diharapkan, melalui kegiatan ini masyarakat dapat memproduksi pupuk sendiri, mengurangi ketergantungan pada bahan kimia, dan berkontribusi nyata dalam upaya pelestarian lingkungan melalui pengelolaan limbah organik.(*)

Comment