AKSESPUBLIK.COM, TAKALAR -– Masyarakat Kabupaten Takalar diminta untuk ekstra waspada terhadap aksi penipuan yang mengatasnamakan Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye. Oknum tidak bertanggung jawab diketahui mencatut nama dan foto Bupati melalui aplikasi WhatsApp dan media sosial untuk melancarkan modus penipuan.Dalam aksinya, pelaku mengirimkan pesan singkat yang meminta informasi terkait data Masjid serta Pondok Pesantren. Oknum tersebut menggunakan dalih akan menyalurkan bantuan pribadi dari Bupati Takalar guna memancing korbannya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menegaskan bahwa nomor WhatsApp dan akun media sosial yang beredar tersebut adalah palsu.
“Saya tegaskan bahwa itu tidak benar dan merupakan penipuan. Saya tidak pernah meminta data, apalagi menjanjikan bantuan pribadi melalui WhatsApp atau media sosial,” tegas Daeng Manye dalam keterangannya, Sabtu (3/1/2026).
Beliau juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya pada pesan yang masuk, terutama jika meminta data sensitif atau informasi lembaga keagamaan.
Pemerintah Kabupaten Takalar menekankan bahwa seluruh bentuk bantuan pemerintah memiliki mekanisme resmi yang diatur oleh prosedur administrasi yang jelas. Segala bentuk bantuan akan diumumkan melalui kanal komunikasi pemerintah yang sah, bukan melalui pesan pribadi atau komunikasi informal.
Pihak Pemkab Takalar menegaskan:
- Tidak ada permintaan data pribadi atau data lembaga melalui chat pribadi.
- Tidak ada permintaan transfer dana dalam proses penyaluran bantuan.
- Masyarakat diminta tidak mengeklik tautan mencurigakan yang dikirimkan oleh akun yang mengaku pejabat.
Daeng Manye meminta warga yang mendapatkan pesan serupa untuk segera memblokir nomor tersebut dan melaporkannya kepada pihak berwenang.
“Jangan memberikan data pribadi atau informasi sensitif lainnya. Segera laporkan akun atau nomor mencurigakan kepada Aparat Penegak Hukum agar tidak ada warga kita yang menjadi korban,” pungkasnya.
Dengan meningkatnya modus penipuan digital, masyarakat diharapkan selalu melakukan verifikasi (cek dan ricek) ke kantor dinas terkait atau kanal resmi Pemkab Takalar sebelum mempercayai informasi yang mengatasnamakan pimpinan daerah.(*)
Comment