AKSESPUBLIK.COM, SIDRAP — Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Polewali, Kecamatan Tellu Limpoe, kini mulai merambah dunia digital. Melalui program kerja individu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115, lokasi-lokasi usaha warga kini resmi terpetakan secara digital di platform Google Maps.
Program bertajuk “Peningkatan Visibilitas dan Akses Pasar UMKM Desa Polewali melalui Pemetaan Digital” ini dilaksanakan selama sepekan, mulai 16 hingga 23 Januari 2026. Fokus utamanya adalah membantu pelaku usaha yang selama ini belum memiliki identitas online.
Nabila, mahasiswa pelaksana program, melakukan pendampingan door-to-door kepada para pelaku UMKM. Prosesnya meliputi:
- Pendataan: Mengumpulkan informasi dasar usaha.
- Pin Pointing: Menentukan titik koordinat lokasi usaha yang akurat.
- Optimasi Informasi: Melengkapi jam operasional, nomor kontak, hingga dokumentasi foto produk dan tempat usaha.
Menurut Nabila, pemetaan ini adalah langkah promosi paling dasar namun sangat krusial di era digital.
“Melalui Google Maps, UMKM Desa Polewali bisa lebih mudah ditemukan. Harapannya, ini dapat meningkatkan peluang kunjungan dan penjualan karena lokasi usaha dan informasi sudah tersedia secara online,” ujar Nabila.
Tak sekadar mendaftarkan lokasi, Nabila juga memberikan edukasi kepada pemilik usaha tentang cara memperbarui data secara mandiri. Hal ini penting agar informasi yang tersaji di Google Maps tetap akurat jika sewaktu-waktu terjadi perubahan jam operasional atau nomor telepon.
Dengan hadirnya titik-titik UMKM Desa Polewali di Google Maps, masyarakat luas kini dapat dengan mudah menemukan produk lokal saat melintasi wilayah Kecamatan Tellu Limpoe. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing ekonomi desa melalui pemanfaatan teknologi yang gratis dan berkelanjutan.(*)
Comment