Kurangi Sampah Dapur, Mahasiswa KKN Unhas Ajak Warga Desa Polewali Olah Limbah Sayur Jadi Pupuk Organik Cair

AKSESPUBLIK.COM, SIDRAP Minimnya sistem pengelolaan sampah dan ketiadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Polewali mendorong lahirnya inisiatif kreatif bagi warga setempat. Pada Jumat (16/1/2026), warga Desa Polewali, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap, mengikuti pelatihan pemanfaatan limbah sayuran rumah tangga menjadi Pupuk Organik Cair (POC).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WITA ini menyasar ibu rumah tangga dan warga yang setiap harinya menghasilkan sisa sayuran dari aktivitas dapur. Program ini diinisiasi oleh Di’fatul, yang bertindak sebagai fasilitator setelah melihat potensi limbah dapur yang selama ini terbuang percuma.

Dalam sesi sosialisasi, Di’fatul menjelaskan bahwa limbah sayuran bukan sekadar sampah, melainkan bahan baku yang kaya nutrisi bagi tanaman.

“Saya melihat sebagian besar limbah dapur, terutama sisa sayuran, belum dimanfaatkan dengan baik. Padahal, limbah ini sebenarnya bisa diolah menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat dan ramah lingkungan,” ungkap Di’fatul di hadapan para peserta.

Tak hanya teori, warga juga diajak melihat langsung proses pembuatannya melalui demonstrasi teknis, meliputi:

  • Penyortiran: Memilih limbah sayuran yang layak olah.
  • Pencacahan: Memperkecil ukuran bahan agar proses fermentasi lebih cepat.
  • Pencampuran: Menggabungkan bahan dengan aktivator sesuai komposisi.
  • Penyimpanan: Teknik penyimpanan yang benar untuk memastikan kualitas pupuk.

Antusiasme warga terlihat sepanjang praktik berlangsung. Banyak dari mereka baru menyadari bahwa solusi atas penumpukan sampah dapur ternyata bisa menghemat pengeluaran untuk perawatan tanaman di pekarangan rumah.

Di’fatul berharap kegiatan ini menjadi langkah awal bagi warga Desa Polewali untuk mengelola sampah secara mandiri.

“Harapannya, warga tidak hanya tahu, tapi juga mau mempraktikkan sendiri, sehingga limbah dapur bisa berkurang dan sekaligus membantu kebutuhan pupuk tanaman di rumah,” pungkasnya.(*)

Comment