Jemaah Haji Indonesia Mulai Diberangkatkan ke Arafah, Kemenhaj Ingatkan Larangan Ihram dan Jaga Stamina

AKSESPUBLIK.COM, JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan bahwa jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan secara bertahap dari hotel masing-masing menuju Arafah pada Senin (25/5/2026).

Pergeseran yang bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah ini menandai dimulainya rangkaian puncak ibadah haji (Armuzna).

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Ulfa Assegaf, menjelaskan bahwa pergerakan jemaah didorong dalam tiga tahap waktu Arab Saudi (WAS), yakni pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 WAS.

“Alhamdulillah, memasuki hari ke-34 operasional penyelenggaraan ibadah haji, hari ini jemaah haji Indonesia mulai bergerak menuju Arafah secara bertahap. Ini adalah fase yang sangat penting dan membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan seluruh jemaah,” ujar Maria di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Selain kesiapan teknis mobilitas, Kemenhaj mengingatkan seluruh jemaah untuk memperketat kepatuhan terhadap ketentuan kain ihram setelah mengambil miqat.

Bagi Jemaah Laki-laki:

  • Tidak memakai pakaian berjahit yang membentuk anggota badan.
  • Tidak menutup kepala dengan penutup yang melekat (seperti peci atau sorban).
  • Tidak menggunakan alas kaki yang menutupi mata kaki dan tumit.

Bagi Jemaah Perempuan:

  • Tidak diperkenankan menutup wajah dengan cadar.
  •  Tidak diperkenankan menggunakan sarung tangan.

Larangan Umum: Seluruh jemaah dilarang memotong kuku, mencabut rambut, menggunakan wangi-wangian setelah niat ihram, serta wajib menjaga lisan dan perilaku demi menjaga kekhusyukan ibadah.

Mengingat fase Armuzna menguras stamina yang besar dengan mobilitas intensif, Kemenhaj meminta jemaah melakukan langkah preventif terhadap cuaca panas di Arab Saudi. Jemaah diimbau menggunakan payung, masker, alas kaki yang nyaman, serta rajin meminum air putih untuk mencegah dehidrasi.

Untuk mengantisipasi masalah kesehatan jemaah di lapangan, Kemenhaj telah menyiapkan posko medis darurat yang strategis.

“Kami menyiagakan masing-masing satu Pos Kesehatan Indonesia di Arafah dan di Mina untuk memastikan layanan kesehatan dapat diberikan secara cepat dan optimal selama fase Armuzna,” kata Maria.

Jemaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu diminta selalu mengantongi obat pribadi dan segera melapor ke petugas jika mulai merasa lemas, pusing, atau sesak napas.

Untuk mendukung kelancaran operasional di setiap maktab, sebanyak 657 petugas Satgas Arafah kini telah ditempatkan di berbagai titik layanan di lapangan.

Tim ini terdiri dari petugas adhoc Arafah, koordinator markas, pengawas konsumsi, hingga tim pelindungan jemaah guna memastikan seluruh aspek logistik dan keamanan berjalan maksimal.

Menutup keterangannya, Maria mengajak seluruh jemaah dan petugas untuk mengedepankan semangat kepedulian sesama di tanah suci.

“Jika melihat jemaah yang tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, mohon segera dibantu dan dilaporkan kepada petugas terdekat. Semoga seluruh jemaah Indonesia diberi kesehatan, kekuatan, serta kelancaran dalam menjalani wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan lontar jumrah di Mina,” pungkasnya.(*)

Comment