AKSESPUBLIK.COM, JAKARTA — Dua dekade berlalu, namun takdir tampaknya belum mau bersahabat dengan Arsenal di panggung tertinggi Eropa. Alih-alih mengukir sejarah baru, The Gunners justru harus kembali mengecap pahitnya penderitaan dan air mata yang sama di final Liga Champions.
Teranyar, mimpi buruk itu hadir di Puskas Arena, Budapest, pada Sabtu (30/5/2026) malam WIB. Arsenal dipaksa menyerah oleh raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG), lewat drama adu penalti yang berakhir dengan skor 3-4.
Bagi klub London Utara tersebut, ini merupakan kegagalan kedua mereka di partai puncak sejak era modern Liga Champions dimulai pada 1992/93. Luka lama musim 2005/06 silam saat mereka ditumbangkan Barcelona 1-2 di Paris kini resmi terbuka kembali.
Dua puluh tahun lalu, Arsenal melangkah ke final dengan dada membusung setelah menyingkirkan raksasa sekelas Real Madrid dan Juventus di fase gugur. Ekspektasi membubung tinggi, namun trofi Si Kuping Besar melayang di menit-menit akhir laga akibat comeback menyakitkan dari Barcelona.
Musim ini, skenario yang hampir mirip kembali tercipta. Arsenal besutan Mikel Arteta sejatinya membawa modal yang jauh lebih mentereng: status sebagai juara baru Premier League musim 2025/26.
Langkah mereka menuju Budapest pun terbilang meyakinkan. Di fase gugur, Bukayo Saka dan kolega sukses menjinakkan tim-tim tangguh seperti Bayer Leverkusen, Sporting CP, hingga Atletico Madrid.
Pada laga final kontra PSG, Arsenal sebenarnya sempat menunjukkan taji. Mereka tampil dominan dan meyakinkan, terutama sepanjang babak pertama. Namun, penyakit lama kembali kambuh di momen-momen krusial. Arsenal gagal mengunci kemenangan dalam waktu normal maupun babak tambahan.
Petaka akhirnya memuncak di babak adu penalti. Dua eksekutor The Gunners, Gabriel Magalhaes dan Eberechi Eze, gagal menjalankan tugasnya dengan sempurna.
Skor Akhir:
Arsenal 1-1 PSG (Adu Penalti: 3-4)
Kegagalan tersebut memastikan trofi juara terbang ke Paris, sekaligus memperpanjang kutukan 20 tahun Arsenal di final kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa ini. Bagi publik Emirates Stadium, final Liga Champions kembali berakhir menjadi malam penuh duka dan penyesalan mendalam.(*)
Comment