AKSESPUBLIK.COM — Pemerintah Kabupaten Takalar terus menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan, khususnya di sektor kelautan dan perikanan.
Hal ini ditandai dengan pertemuan penting antara Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye M.M., yang akrab disapa Daeng Manye, dan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia di Gedung Kementerian KKP, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas dua agenda strategis yang diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi masyarakat pesisir Takalar:
* Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di wilayah pesisir Takalar, sebagai bagian dari program nasional revitalisasi kampung nelayan.
* Pendirian Pabrik Garam Rakyat, untuk mengoptimalkan potensi garam lokal dan memperkuat ketahanan pangan nasional dari wilayah selatan Sulawesi Selatan.
“Alhamdulillah hari ini kami diterima langsung oleh Bapak Wamen KKP. Takalar siap menjadi contoh pengembangan kampung nelayan modern berbasis ekonomi digital, dan kami juga akan memaksimalkan potensi garam rakyat melalui pembangunan pabrik skala regional,” ujar Bupati Daeng Manye usai pertemuan.
Inisiatif ini selaras dengan visi daerah dalam Program Unggulan Kabupaten Takalar 2025–2030, terutama pada pilar Penguatan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Potensi Lokal.
Kampung Nelayan Merah Putih direncanakan akan dibangun di salah satu wilayah pesisir Takalar, lengkap dengan infrastruktur dasar yang memadai, meliputi:
* Perumahan nelayan yang layak huni
* Akses air bersih dan sanitasi
* Tempat Pelelangan Ikan (TPI) modern
* Cold storage untuk menjaga kualitas hasil tangkapan
* Balai pelatihan dan pemberdayaan keluarga nelayan
Kampung ini diharapkan menjadi model nasional bagi penguatan ekosistem pesisir yang berpusat pada kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, rencana pembangunan pabrik garam mendapat dukungan penuh dari Kementerian KKP. Proyek ini akan melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk BUMN atau swasta nasional. Pabrik ini diharapkan dapat:
* Menyerap produksi garam rakyat secara berkelanjutan
* Meningkatkan kualitas dan standar produksi garam
* Memberikan nilai tambah dan daya saing bagi petani garam lokal
“Kita ingin petani garam di Takalar tidak hanya jadi penonton dalam industri garam nasional; mereka harus menjadi pemain nasional!” tegas Daeng Manye.
Wakil Menteri KKP RI menyambut baik usulan ini dan menyatakan siap memfasilitasi langkah-langkah teknis berikutnya. Kementerian KKP juga akan segera mengirim tim teknis ke Takalar untuk melakukan survei dan verifikasi lokasi.
Bupati Takalar berharap program strategis ini dapat segera terealisasi pada tahun 2025, sebagai salah satu warisan penting bagi pembangunan kelautan Takalar di masa depan.(*)
Comment