AKSESPUBLIK.COM, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) sebagai garda terdepan penyedia energi nasional terus mengoptimalkan layanan bisnisnya, didukung oleh puluhan ribu “Perwira” (sebutan untuk pekerja Pertamina) yang tersebar dari Sabang hingga wilayah operasi internasional. Komitmen ini diwujudkan dengan membuka lapangan kerja dan meningkatkan kualitas layanan.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menjelaskan bahwa wilayah operasional Pertamina yang tersebar di seluruh Nusantara menuntut kebutuhan talenta terbaik. Untuk itu, Pertamina secara berkala merekrut putra-putri daerah demi menjalankan bisnis serta menjaga produktivitas dan keandalan operasional.
“Kami menyadari, energi merupakan kebutuhan dasar dan hajat hidup orang banyak. Sehingga, Pertamina mempersiapkan Perwira, tak hanya untuk sigap dalam menghadapi tantangan energi, juga melayani pelanggan dan konsumen dengan lebih baik,” ujar Fadjar.
Peningkatan layanan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan kebutuhan energi terpenuhi 24 jam sehari. Para Perwira di sektor hulu, pengolahan, distribusi, hingga penjualan di garda depan, memegang teguh pentingnya layanan prima bagi masyarakat.
Contoh nyata peningkatan layanan terlihat di SPBU Signature, seperti di Jalan Sultan Iskandar Muda, Jakarta Selatan. SPBU ini tidak hanya menyediakan bahan bakar, tetapi juga menawarkan pengalaman baru dengan fasilitas umum lengkap dan bersih, mulai dari musala, area wudu, toilet, hingga keramahan Operator yang bahkan dapat memberikan paket semir ban gratis.
Selain itu, Pertamina juga gencar berinovasi pada energi bersih dan transisi, seperti memperluas jaringan gas rumah tangga sebagai diversifikasi energi, serta mengembangkan bahan bakar ramah lingkungan seperti Biosolar, Pertamax Green, hingga Sustainable Aviation Fuel.
Sejalan dengan peningkatan kebutuhan energi, Pertamina juga terus membuka lapangan kerja. Sepanjang tahun 2024, Pertamina menjaring 1.603 talenta baru yang terus dibekali pemahaman dan keterampilan.
“Rekrutmen pekerja baru ini dimaksudkan untuk menjaga tingkat produktivitas, kaderisasi, dan memastikan hadirnya talenta-talenta unggul untuk mendukung peningkatan layanan Pertamina,” tambah Fadjar.
Salah satu Perwira yang mengabdikan diri di garis depan adalah Ferdy Saputra, yang bertugas di Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit VII Kasim, Papua. Sudah hampir dua tahun, Ferdy meninggalkan keluarganya di Jakarta, menjalankan tugas krusialnya di timur Indonesia.
Ferdy menjelaskan bahwa tanggung jawab di sana sangat besar. “Saya memahami pentingnya keberlangsungan energi, terutama di Kilang Kasim yang kapasitas pengolahannya terbatas namun sangat diperlukan untuk menopang suplai energi di Papua. Perwira Kasim harus menjaga operasional sekaligus menjaga stabilitas sosial dengan masyarakat,” jelasnya.
Bekerja jauh, Ferdy harus rela jarang pulang sesuai ketentuan perusahaan, terutama jika operasional kilang tidak memungkinkan. Namun, baginya, bangga dapat menjaga keandalan operasional kilang dan berkontribusi membangun ekonomi di Papua Barat Daya, serta memberi energi bagi kebutuhan nasional, adalah hal yang utama.(*)
Comment