AKSESPUBLIK.COM, JAKARTA — Pemerintah Kabupaten Takalar semakin agresif dalam mempromosikan potensi daerah di kancah internasional. Langkah strategis ini mempertemukan jajaran pemerintah daerah dengan puluhan investor asal China dalam sebuah forum bisnis yang digelar di Gedung Sagolicious, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/5/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh sedikitnya 40 investor dari berbagai sektor, dengan fokus utama pada industri kuliner dan manufaktur. Hadir pula perwakilan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) DKI Jakarta yang bertindak sebagai fasilitator komunikasi antara pemerintah daerah dan para calon penanam modal.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Takalar, Nuriksan Nurdin, yang hadir mewakili pemerintah daerah, memaparkan secara detail kekayaan sumber daya alam Takalar yang melimpah. Sektor pertanian hortikultura—khususnya komoditas cabai dan bawang merah—serta sektor perikanan menjadi daya tarik utama bagi para pemodal asal Negeri Tirai Bambu tersebut.
“Kami ingin memastikan ada sinkronisasi antara potensi alam yang kami miliki dengan kebutuhan industri yang dikelola investor. Harapannya, kerja sama ini memberikan keuntungan timbal balik yang nyata,” ujar Nuriksan dalam presentasinya di hadapan para pengusaha.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, delegasi investor China dijadwalkan akan melakukan kunjungan lapangan (site visit) ke Kabupaten Takalar dalam waktu dekat. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung kesiapan lahan, ketersediaan bahan baku, serta fasilitas pendukung investasi lainnya.
Selain mengincar peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), kolaborasi internasional ini diproyeksikan memberikan dampak domino bagi pelaku usaha lokal di Takalar, antara lain:
- Akses Pasar Internasional: Membuka jalur ekspor produk lokal Takalar secara langsung ke pasar China.
- Modernisasi Industri: Mendorong terjadinya transfer teknologi dan manajemen pengelolaan hasil bumi yang lebih modern.
- Pertumbuhan Ekonomi Rakyat: Meningkatkan volume penjualan petani dan nelayan serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
Dalam forum bisnis tersebut, Pemkab Takalar didampingi oleh Liaison Officer (LO) khusus untuk China, Jenny Widjaya. Perannya dinilai sangat krusial dalam menjembatani kendala bahasa dan detail teknis selama sesi diskusi intensif berlangsung.
Langkah “jemput bola” ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Takalar di bawah kepemimpinan Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye untuk menjadikan daerahnya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Selatan yang ramah terhadap investasi asing. (*)

Comment